Penyakit zoonosis merupakan infeksi yang dapat ditularkan hewan hidup pada manusia
Zoonosis adalah penyakit hewan yang ditularkan pada manusia. Sumber penularan penyakit ini melalui tanah, air, hewan invertebrata, bangkai hewan, kotoran, dan tanaman yang membusuk.
Meskipun hewan yang terinfeksi merupakan sumber penyakit zoonosis, penularan antar manusia juga dapat dilakukan
Berikut beberapa penyakit yang ditularkan hewan pada manusia,
Toksoplasmosis
Kotoran kucing adalah titik kontak yang biasa menjadi penyebab manusia
terkena toksoplasmosis. Cuci tangan setelah menyentuh kotoran kucing
dan wanita hamil harus berhati-hati.
Flu burung
Avian influenza atau flu burung disebabkan virus yang ditemukan
dalam unggas yang terinfeksi. Biasanya, penyebab penularan pada manusia
adalah unggas peliharaan seperti ayam, bebek, dan kalkun.
Salmonella
Memiliki hewan reptil sebagai sahabat bermain di rumah, berarti Anda berpotensi terkena penyakit dari bakteri salmonella.
Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa infeksi salmonella biasanya datang dari makanan yang terkontaminasi. Namun, kuman ini bisa datang melalui orang yang berinteraksi langsung dengan hewan, termasuk reptil dan amfibi.
Hewan reptil yang favorit dipelihara adalah kura-kura, kadal, katak, iguana, tokek, dan ular.
Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa infeksi salmonella biasanya datang dari makanan yang terkontaminasi. Namun, kuman ini bisa datang melalui orang yang berinteraksi langsung dengan hewan, termasuk reptil dan amfibi.
Hewan reptil yang favorit dipelihara adalah kura-kura, kadal, katak, iguana, tokek, dan ular.
Rabies
Sebuah gigitan dari hewan terinfeksi dapat menyebabkan infeksi dengan virus yang menyebabkan peradangan pada otak.
Hampir semua kasus rabies, virus memasuki tubuh melalui air liur hewan yang terinfeksi. Biasanya dengan menggigit, tetapi juga dapat menular jika air liur yang terinfeksi masuk ke luka terbuka atau percikan dalam selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut. Dari titik air liur itu masuk, virus rabies bergerak sepanjang sel-sel saraf ke otak.
Hanya mamalia sebagai perantara penularan virus rabies, seperti anjing, kelelawar, rubah, dan lainya. Burung, reptil, amfibi, dan ikan tidak dapat menyebarkan virus rabies. Antisipasi terbik saat ini adalah vaksin rabies atau mengaplikasikan vaksin ini segera setelah tak lama terpapar penyakit
Hampir semua kasus rabies, virus memasuki tubuh melalui air liur hewan yang terinfeksi. Biasanya dengan menggigit, tetapi juga dapat menular jika air liur yang terinfeksi masuk ke luka terbuka atau percikan dalam selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut. Dari titik air liur itu masuk, virus rabies bergerak sepanjang sel-sel saraf ke otak.
Hanya mamalia sebagai perantara penularan virus rabies, seperti anjing, kelelawar, rubah, dan lainya. Burung, reptil, amfibi, dan ikan tidak dapat menyebarkan virus rabies. Antisipasi terbik saat ini adalah vaksin rabies atau mengaplikasikan vaksin ini segera setelah tak lama terpapar penyakit
Ebola
Ebola adalah virus demam berdarah yang parah. Ebola dapat menyerang
manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti simpanse,
gorilla, dan kelelawar.
Giardia
Parasit usus seperti giardia dapat menyerang manusia ketika air minum
terkontaminasi dengan kotoran ternak, seperti hewan unggas.
demikian uraian tentang penyakit yang sering di tularkan oleh hewan peliharaan,
dirangkum dari berbagai sumber
oleh tim kesehatan puskesmas wedung II
Tidak ada komentar:
Posting Komentar