Pola pikir yang diyakini masyarakat menjadi permasalahan terhadap pentingnya penggunaan obat secara baik, benar, dan rasional.
Pemahaman masyarakat yang salah harus diperbaiki. Ini terjadi karena tidak ada pembenaran dan terjadi turun-temurun,"Berikut pemahaman masyarakat atau pola pikir yang salah di masyarakat mengenai penggunaan obat,
1. Suntik mempercepat sembuhnya sakit
"Banyak pasien yang sedikit-dikit minta disuntik agar cepat sembuh.
2. Menambah dosis obat akan menyebabkan penyakit lebih cepat sembuh
"Meningkatkan dosis obat tidak akan mempercepat proses penyembuhan. Yang terjadi adalah peningkatan efek samping. Jika Anda pusing misalnya, biar cepat sembuh Anda minum obat pusing sekaligus dua, tidak akan membuat pusing cepat hilang. Jadi semua harus sesuai. "
3. Obat "paten" atau mahal akan lebih manjur dari yang murah
"Jangan memandang obat dari segi harga saja. Saya sendiri dan keluarga minum obat yang generik. Sama manjurnya. Obat generik pun dibuat berdasarkan mutu yang baik. Harga tak selalu identik dengan kemanjuran jadi obat. Ada obat yang dibuat mahal, hanya biar mentereng saja."
4. Kalau suatu obat terbukti manjur untuk orang lain, pasti akan manjur juga untuk saya
"Ibarat kacamata, saya memakai kacamata A. Efeknya baik untuk penglihatan saya. Tapi jika dipinjam teman, belum tentu hasilnya sama bagus. Karena semua disesuaikan dengan kondisi pasien. Jadi kalau si A mengalami sakit yang sama dengan si B, obat yang pas untuk mereka belum tentu sama."
5. Makan obat dalam waktu lama bisa merusak ginjal
"Ini pun tidak benar. Ada penyakit-penyakit yang memang masa penyembuhannya diharuskan mengonsumsi obat selama bertahun-tahun. Misalnya tuberkulosis. Harus patuh minum obat secara rutin setiap hari selama dua tahun, agar penyembuhannya optimal."
PENGUNAAN obat yang benar, tepat, dan rasional sangat penting bagi kesehatan.Masalah penggunaan obat yang baik dan benar merupakan fenomena kompleks,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar