Kekambuhan kembali mantan penderita gangguan jiwa sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perhatian dari lingkungan dan bahkan keluarga sendiri sehingga berakibat pada lambatnya proses penyembuhan.
"Belakangan ini pandangan masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa selalu diidentikkan dengan sebutan orang gila yang dianggap sebagai suatu masalah yang negatif dan mengancam. Itu mindset yang salah,
Akibat pola pikir yang keliru di masyarakat, banyak keluarga pasien penyakit jiwa yang tidak mau menerima anggota keluarganya setelah sembuh secara medis. Akhirnya, penyakit pasien kambuh dan terpaksa dirawat kembali ke rumah sakit.
"Jadi, perhatian positif dari keluarga dan
lingkungan sangat dibutuhnkan para mantan penderita gangguan jiwa,
bagaimana mereka menerima kembali dengan baik mantan penderita gangguan
jiwa, keluarga dan masyarakat sekitar harus memperlakukan mereka
secara manusiawi, kasih sayang, diajak melakukan aktivitas sehari-hari
dan lain-lain,"Oleh sebab itu,puskesmas wedung II berupaya memberikan pendidikan bagi keluarga dan masyarakat terkait hal tersebut, antara lain dengan mengunjungi keluarga pasien sebelum pasien dipulangkan. Dalam home visist tersebut, tim khusus dari RSJ akan memberikan penjelasan pasca kesembuhan penderitan gangguan jiwa. Pihaknya juga terus bekerjasama dengan puskesmas-puskesmas maupun balai pengobatan yang ada untuk melakukan pengawasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar