Kamis, 03 Mei 2012

Kanker Paru-paru Pun Bisa Dialami Non Perokok

Kanker paru-paru, seperti semua kanker, merupakan hasil dari suatu kelainan sel, unit paling dasar dari kehidupan. Biasanya, tubuh mempertahankan sistem checks and balances pada pertumbuhan sel, sehingga sel membelah untuk menghasilkan sel-sel baru yang diperlukan. Gangguan terhadap sistem keseimbangan pertumbuhan sel tidak terkendali dan akhirnya membentuk suatu massa yang dikenal sebagai tumor.

Tumor dapat menjadi jinak atau ganas; tumor ganas inilah yang disebut kanker. Tumor jinak biasanya dapat dihilangkan dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Tumor ganas, di sisi lain, tumbuh secara agresif dan menyerang jaringan-jaringan tubuh lain, sehingga sel-sel tumor masuk ke dalam aliran darah atau sistem limfatik dan kemudian ke bagian dalam tubuh. Proses penyebaran ini disebut metastasis.

Karena kanker paru-paru cenderung menyebar atau bermetastasis, maka sangat mengancam jiwa. Kanker paru-paru dapat menyebar ke setiap organ di dalam tubuh, terutama kelenjar adrenal, hati, otak, dan tulang.Kanker ini juga salah satu jenis kanker yang paling sulit untuk diobati. Paru-paru juga organ yang paling sering terkena oleh tumor di bagian tubuh lain.
 Gejala
Gejala kanker paru umumnya tidak segera terlihat. Ada beberapa gejala di tahap awal kanker paru. Seiring meningkatnya level kanker paru, ada beberapa gejala yang umum terlihat: batuk yang tak kunjung berhenti, sakit di dada (khususnya saat mengambil napas dalam-dalam), napas pendek dan berbunyi, batuk berdahak dan berdarah, sering mengalami kelelahan.

Dalam kebanyakan kasus, kanker paru tahap awal tidak langsung terdeteksi karena tak memiliki gejala jelas. Setelah ada keluhan batuk yang tak kunjung berhenti dan mengi (napas berbunyi) umumnya baru terdeteksi kanker paru, lalu setelah melewati tes sinar X dan atau tes lain, seperti pengetesan dahak, baru terdeteksi. Jika terdeteksi kanker, kemungkinan terbesar akan dilanjutkan dengan biopsi untuk mengkonfirmasi diagnosa tersebut dan menentukan jenis serta tingkat kanker.

Tipe kanker paru, menurut situs WebMD, ada 2, tergantung dari tampilan sel kanker di bawah mikroskop. Kanker paru sel kecil adalah tipe yang lebih agresif, artinya bisa menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lain sejak awal penyakit. Amat erat kaitannya dengan rokok dan jarang terlihat pada non perokok. Jenis lainnya adalah non sel kecil yang tumbuh perlahan dan lebih sering ditemukan.
Penyebab
Situs kesehatan WebMD menjelaskan, kanker paru bisa menyebabkan kematian perempuan maupun lelaki. Sebelum meluasnya penggunaan mesin penggulung rokok mekanik, kanker paru jarang ditemui. Saat ini, situs tersebut mengabarkan, merokok merupakan penyebab kematian 9 dari 10 kematian pengidap kanker paru.

Merokok adalah salah satu penyebab kanker paru. Rokok tidak hanya banyak mengandung zat-zat penyebab kanker, tetapi juga bisa menurunkan sistem daya tahan alami paru-paru. Saluran udara paru-paru memiliki silia (mirip rambut-rambut kecil) yang berfungsi melindungi paru-paru dari racun, bakteri, dan virus. Rokok dari bahan tembakau melumpuhkan silia hingga tidak bisa berfungsi, mengakibatkan zat karsinogen (pemicu kanker) dengan mudah masuk ke dalam paru-paru.

Tak hanya perokok aktif, perokok pasif juga memiliki risiko terkena kanker paru. Menghirup sisa asap rokok di rumah atau ruang kerja juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru. Orang non perokok yang menikah dengan perokok memiliki kemungkinan 20-30 persen terkena kanker paru ketimbang pasangan suami istri yang sama-sama tidak merokok.

Para peneliti belum mengetahui secara pasti alasannya, namun, kanker paru lebih memengaruhi perempuan non perokok jauh lebih banyak ketimbang lelaki non perokok.

Beberapa pekerjaan juga bisa meningkatkan risiko kanker paru baik perokok pasif maupun aktif. Orang yang selama waktu kerjanya banyak terekspos dengan zat-zat tertentu, seperti uranium, arsenik, dan zat industrial kimia buatan disarankan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan membatasi eksposurnya. Asbestos juga adalah salah satu bahan yang dikenal bisa menyebabkan kanker paru.

Gas radon juga diperkirakan menjadi penyebab kanker paru. Radon adalah gas radioaktif yang bisa berada di dalam rumah dan meningkatkan risiko penghuni rumah terkena kanker paru, terutama bagi perokok. Gas radon tidak bisa terlihat maupun tercium.

Polusi udara juga berkontribusi dalam memicu perkembangan kanker paru. Para ahli berpendapat polusi dari mobil, pabrik, dan pembangkit listrik juga bisa memicu kanker paru, serupa dengan bagaimana pengaruh yang dialami perokok pasif. Secara global, polusi udara diperkirakan menjadi penyebab kematian akibat kanker paru sebanyak 5 persen.

Selain itu, faktor-faktor yang menyebabkan kanker paru antara lain; faktor keturunan dan mengkonsumsi air minum yang kadar arseniknya tinggi.

Kanker paru adalah salah satu jenis kanker paling banyak membunuh orang, namun bisa dicegah, salah satunya dengan berhenti merokok. Setelah berhenti selama 5 tahun, risiko terkena kanker paru pada perokok bisa menurun sebanyak 50 persen dibanding orang yang merokok satu bungkus rokok per hari.

Tidak ada komentar: