Kanker paru-paru, seperti semua kanker, merupakan hasil dari suatu
kelainan sel, unit paling dasar dari kehidupan. Biasanya, tubuh
mempertahankan sistem checks and balances pada pertumbuhan sel, sehingga
sel membelah untuk menghasilkan sel-sel baru yang diperlukan. Gangguan
terhadap sistem keseimbangan pertumbuhan sel tidak terkendali dan
akhirnya membentuk suatu massa yang dikenal sebagai tumor.
Tumor
dapat menjadi jinak atau ganas; tumor ganas inilah yang disebut kanker.
Tumor jinak biasanya dapat dihilangkan dan tidak menyebar ke bagian
tubuh lain. Tumor ganas, di sisi lain, tumbuh secara agresif dan
menyerang jaringan-jaringan tubuh lain, sehingga sel-sel tumor masuk ke
dalam aliran darah atau sistem limfatik dan kemudian ke bagian dalam
tubuh. Proses penyebaran ini disebut metastasis.
Karena kanker
paru-paru cenderung menyebar atau bermetastasis, maka sangat mengancam
jiwa. Kanker paru-paru dapat menyebar ke setiap organ di dalam tubuh,
terutama kelenjar adrenal, hati, otak, dan tulang.Kanker ini juga salah
satu jenis kanker yang paling sulit untuk diobati. Paru-paru juga organ
yang paling sering terkena oleh tumor di bagian tubuh lain.
Gejala
Gejala kanker paru umumnya tidak segera terlihat. Ada beberapa gejala di
tahap awal kanker paru. Seiring meningkatnya level kanker paru, ada
beberapa gejala yang umum terlihat: batuk yang tak kunjung berhenti,
sakit di dada (khususnya saat mengambil napas dalam-dalam), napas pendek
dan berbunyi, batuk berdahak dan berdarah, sering mengalami kelelahan.
Dalam kebanyakan kasus, kanker paru tahap awal tidak langsung terdeteksi
karena tak memiliki gejala jelas. Setelah ada keluhan batuk yang tak
kunjung berhenti dan mengi (napas berbunyi) umumnya baru terdeteksi
kanker paru, lalu setelah melewati tes sinar X dan atau tes lain,
seperti pengetesan dahak, baru terdeteksi. Jika terdeteksi kanker,
kemungkinan terbesar akan dilanjutkan dengan biopsi untuk mengkonfirmasi
diagnosa tersebut dan menentukan jenis serta tingkat kanker.
Tipe kanker paru, menurut situs WebMD,
ada 2, tergantung dari tampilan sel kanker di bawah mikroskop. Kanker
paru sel kecil adalah tipe yang lebih agresif, artinya bisa menyebar
dengan cepat ke bagian tubuh lain sejak awal penyakit. Amat erat
kaitannya dengan rokok dan jarang terlihat pada non perokok. Jenis
lainnya adalah non sel kecil yang tumbuh perlahan dan lebih sering
ditemukan.
Penyebab
Situs kesehatan WebMD
menjelaskan, kanker paru bisa menyebabkan kematian perempuan maupun
lelaki. Sebelum meluasnya penggunaan mesin penggulung rokok mekanik,
kanker paru jarang ditemui. Saat ini, situs tersebut mengabarkan,
merokok merupakan penyebab kematian 9 dari 10 kematian pengidap kanker
paru.
Merokok adalah salah satu penyebab kanker paru. Rokok tidak hanya banyak
mengandung zat-zat penyebab kanker, tetapi juga bisa menurunkan sistem
daya tahan alami paru-paru. Saluran udara paru-paru memiliki silia
(mirip rambut-rambut kecil) yang berfungsi melindungi paru-paru dari
racun, bakteri, dan virus. Rokok dari bahan tembakau melumpuhkan silia
hingga tidak bisa berfungsi, mengakibatkan zat karsinogen (pemicu
kanker) dengan mudah masuk ke dalam paru-paru.
Tak hanya perokok aktif, perokok pasif juga memiliki risiko terkena
kanker paru. Menghirup sisa asap rokok di rumah atau ruang kerja juga
bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru. Orang non perokok yang
menikah dengan perokok memiliki kemungkinan 20-30 persen terkena kanker
paru ketimbang pasangan suami istri yang sama-sama tidak merokok.
Para peneliti belum mengetahui secara pasti alasannya, namun, kanker
paru lebih memengaruhi perempuan non perokok jauh lebih banyak ketimbang
lelaki non perokok.
Beberapa pekerjaan juga bisa meningkatkan risiko kanker paru baik
perokok pasif maupun aktif. Orang yang selama waktu kerjanya banyak
terekspos dengan zat-zat tertentu, seperti uranium, arsenik, dan zat
industrial kimia buatan disarankan untuk mengambil langkah-langkah
pencegahan dan membatasi eksposurnya. Asbestos juga adalah salah satu
bahan yang dikenal bisa menyebabkan kanker paru.
Gas radon juga diperkirakan menjadi penyebab kanker paru. Radon adalah
gas radioaktif yang bisa berada di dalam rumah dan meningkatkan risiko
penghuni rumah terkena kanker paru, terutama bagi perokok. Gas radon
tidak bisa terlihat maupun tercium.
Polusi udara juga berkontribusi dalam memicu perkembangan kanker paru.
Para ahli berpendapat polusi dari mobil, pabrik, dan pembangkit listrik
juga bisa memicu kanker paru, serupa dengan bagaimana pengaruh yang
dialami perokok pasif. Secara global, polusi udara diperkirakan menjadi
penyebab kematian akibat kanker paru sebanyak 5 persen.
Selain itu, faktor-faktor yang menyebabkan kanker paru antara lain;
faktor keturunan dan mengkonsumsi air minum yang kadar arseniknya
tinggi.
Kanker paru adalah salah satu jenis kanker paling banyak membunuh orang,
namun bisa dicegah, salah satunya dengan berhenti merokok. Setelah
berhenti selama 5 tahun, risiko terkena kanker paru pada perokok bisa
menurun sebanyak 50 persen dibanding orang yang merokok satu bungkus
rokok per hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar