Kebanyakan kasus stroke adalah iskemik, artinya disebabkan oleh
penggumpalan darah. Setelah terserang stroke, berbagai faktor seperti
gula darah, suhu tubuh dan posisi tubuh di tempat tidur dapat
mempengaruhi kondisi kesehatan.
Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak
tiba-tiba terganggu. Kurangnya aliran darah menyebabkan kerusakan atau
kematian sel-sel otak."Periode setelah stroke iskemik akut
adalah waktu yang sangat berisiko. Perhatian mengenai perawatan pasien
stroke dapat mencegah cedera saraf dan meminimalkan komplikasi serta
mengoptimalkan pemulihan
Perawatan stroke memiliki 2 tujuan utama, yaitu meminimalkan cedera pada
jaringan otak dan mengobati komplikasi yang dapat terjadi setelah
stroke, baik kerusakan saraf maupun fisik.
Setelah menganalisis
berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi pasien stroke, para peneliti
menyarankan berbagai hal seperti berikut:
1. Mengontrol kadar gula darah
Ada
cukup bukti mengenai hubungan antara hiperglikemia atau kadar gula
darah yang tinggi dengan kondisi kesehatan yang buruk setelah stroke.
Para peneliti menyarankan untuk mengecek gula darah secara ketat dan
melakukan pengobatan insulin secara agresif.
2. Melakukan pendinginan
Untuk
setiap kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat Celcius, risiko kematian
atau cacat berat pada pasien meningkat lebih dari 2 kali lipat. Terapi
pendinginan mampu membantu pasien serangan jantung. Saat ini, uji klinis
sedang dilakukan untuk menentukan apakah pendinginan juga bisa membantu
pasien stroke.
3. Usahakan berbaring telentang
Posisi
di tempat tidur juga penting karena duduk tegak akan mengurangi aliran
darah di otak. Praktek yang umum dilakukan adalah menjaga pasien untuk
berbaring selama 24 jam.
Jika pasien memiliki orthopnea atau
kesulitan bernafas saat berbaring, bagian kepala pada tempat tidur harus
diatur agar membuat sudut serendah mungkin yang dapat ditoleransi
pasien.
4. Mengelola berbagai kondisi lain yang menyertai
Stroke
biasanya berkaitan dengan berbagai kondisi medis lain. Sebaiknya segera
lakukan penanganan terhadap faktor-faktor lain seperti tekanan darah,
volume darah, terapi statin, manajemen komplikasi lain seperti pneumonia
dan sepsis, gangguan jantung, pembekuan darah, infeksi, kekurangan
gizi, pembengkakan otak, kejang, stroke berulang dan perdarahan otak.
Penelitian
telah menunjukkan bahwa upaya perawatan stroke yang optimal dapat
meningkatkan kemungkinan pasien menjalani rawat jalan di rumah dan
meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar