Gangguan metabolisme tubuh bisa berpengaruh langsung terhadap kondisi
kesehatan jiwa. Menurut penelitian terbaru, 35 persen atau sekitar 1
dari 3 pengidap diabetes khususnya tipe 2 juga mengalami gangguan
depresi dan kegelisahan.
Penelitian yang dilakukan oleh The
Diabetes Miles Study tersebut mengungkap, 35 persen pengidap diabetes
melitus tipe 2 mengalami depresi dengan tingkat keparahan sedang hingga
berat. Gangguan kejiwaan ini biasanya disertai juga dengan kegelisahan.
Salah
seorang peneliti, Lewis Kaplan mengatakan diabetes cukup banyak
menyumbang kasus depresi. Di Australia misalnya, dengan perkiraan
200.000 pengidap diabetes melitus tipe 2 maka paling tidak 70.000 di
antaranya juga mengalami depresi dan kegelisahan.
"Sebagai
pengidap diabetes melitus tipe 1 selama 31 tahun, saya sangat senang
bahwa perhatian tengah difokuskan pada hubungan antara depresi dengan
diabetes," kata Kaplan yang kebetulan juga seorang pengidap diabetes,
Diabetes melitus tipe 1 seperti yang diidap oleh Kaplan umumnya tidak
bisa dicegah karena dipicu oleh gangguan metabolisme yang dibawa sejak
lahir. Sementara diabetes melitus tipe 2, sangat mungkin dicegah karena
erat hubungannya dengan diet dan gaya hidup sehat.
Baik diabetes
melitus tipe 1 maupun tipe 2 sama-sama menghambat metabolisme gula
menjadi energi, sebab fungsi hormon insulin tidak bekerja sebagaimana
mestinya. Gejala yang sering dirasakan para pengidapnya antara lain
pandangan kabur dan cepat lelah.
Selain memicu depresi, diabetes
melitus juga memicu komplikasi lain di berbagai sistem organ. Pada mata
bisa memicu kebutaan, di organ vital bisa memicu gagal jantung atau
ginjal sementara khusus pada lelaki juga bisa menyebabkan disfungsi
ereksi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar