Kamis, 11 Oktober 2012

9 Cara Jaga Kesehatan Gigi & Mulut Bumil

SELAIN menjaga kondisi kandungan tetap sehat, ibu hamil juga harus memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Lantas, bagaimana caranya?

Berikut ini ulasan lengkapnya,
- Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai.

- Sewaktu ibu hamil muntah  atau sering mengeluarkan air liur, jangan lupa untuk  berkumur, bisa dengan air hangat yang dibubuhi garam. Kumur dengan air hangat juga bermanfaat  untuk membersihkan sisa lemak- lemak pada rongga mulut dan sela gigi.

- Bila perlu pilih pasta gigi  yang tidak merangsang terjadinya alergi, terutama untuk gusi yang sensitif,  dan yang terpenting memilih pasta gigi yang akan membuat kondisi mulut menjadi lebih segar sehingga tidak mudah mual.

- Lakukan penyikatan gigi secara benar dan gerakan sikat melingkar dengan hati hati di sela–sela gigi. Sikat gigi arah atas ke bawah dan sebaliknya arah bawah ke atas. minimal menggosok gigi 2 kali sehari (sebelum dan setelah tidur, lebih baik jika setiap setelah makan).

- Bila ada gangguan kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur, sebaiknya perhatikan label pada kemasan tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil. Penggunaan obat kumur terutama untuk mengatasi bakteri penyebab bau mulut maupun membersihkan keasaman pada rongga mulut ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter gigi.

- Konsumsi buah buahan berserat yang banyak mengandung Vitamin C dan Vitamin B12 karena baik untuk gusi.

- Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan, terutama dari sumber zat makanan alami, karena kalsium yang dikonsumsi oleh BuMil juga diserap oleh calon calon bayi.

- Kurangi konsumsi makanan yang manis dan asam, karena jenis makanan seperti itu cenderung bisa menimbulkan masalah kerusakan pada gigi

- Apabila sudah terlanjur mengalami masalah gigi selama kehamilan, maka dokter perlu mengambil tindakan untuk menangani masalah ini. Namun, segala tindakan seperti obat pemutih gigi, dan obat-obatan lainnya, penggunaan X ray selama pemeriksaan gigi, sebaiknya dilakukan setelah bayi Anda lahir. Meskipun X ray gigi menggunakan radiasi yang cukup kecil, namun tentunya harus dihindari untuk lebih meminimalisir efek negatif yang mungkin timbul pada bayi.

Minggu, 07 Oktober 2012

Kenali 7 Tanda Leukemia


Leukemia adalah kanker yang terjadi pada sel-sel yang pembentuk darah yang penyebabnya belum diketahui dan memiliki gejala yang khas sejak pertama kali terjadi. Kenali gejalanya sejak dini untuk mendapatkan diagnosa yang lebih cepat sebelum kanker menyebar dan berakibat fatal.

Sebagian besar, leukemia mempengaruhi sel-sel darah putih seseorang tetapi beberapa jenis leukemia dimulai dalam sel darah lainnya juga. Beberapa kanker tulang memiliki gejala yang mirip dengan leukemia, tetapi tidak sepenuhnya sama.

Berikut 7 tanda atau gejala leukemia,
1. Kelelahan
Jika Anda mudah sekali merasa kelelahan meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat, mungkin hal ini disebabkan oleh leukemia. Peningkatan produksi sel darah putih dapat menyebabkan energi cepat habis.

2. Penurunan berat badan
Gejala leukemia juga ditunjukkan oleh berat badan yang tiba-tiba menurun drastis meskipun seseorang tidak mengubah pola dietnya sehari-hari. Hal ini disebabkan karena pembakaran energi tingkat tinggi yang membuat seseorang kehilangan berat badannya jika tidak meningkatkan pola makan.

3. Sering mengalami pendarahan
Orang yang menderita leukemia akan mudah sekali mengalami pendarahan meskipun hanya luka kecil. Bahkan jika luka memar saja membutuhkan waktu penyembuhan yang lama, bisa jadi merupakan gejala leukemia.

Tanda lain adalah munculnya titik-titik merah atau ungu kecil di bawah kulit Anda yang disebut dengan petechiae. Perdarahan internal juga mungkin terjadi seperti pendarahan dalam tinja, lendir, urine, muntahan, dan air mani.

4. Pembengkakan Internal
Gejala leukemia juga dapat ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan serta di depan dan belakang leher. Hati dan limpa juga akan membengkak dan menimbulkan rasa nyeri di bawah tulang rusuk.

5. Berkeringat di malam hari
Salah satu tanda-tanda leukemia adalah selalu berkeringat pada malam hari. Sehingga jika Anda berkeringat secara berlebihan atau tidak normal di malam hari, Anda perlu mewaspadai gejala leukemia.

6. Berkurangnya kontrol otot
Kesulitan mengendalikan diri ketika berjalan atau mengalami kejang otot dari waktu ke waktu merupakan salah satu gejala leukemia. Penderita leukemia biasanya akan kesulitan mengontrol otot dan menyeimbangkan tubuh.

7. Pernapasan abnormal
Sesak napas dan batuk dalam kurun waktu yang cukup lama dan tidak kunjung sembuh juga merupakan tanda-tanda leukemia.

3 Hal yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Salah satu jenis kanker yang cukup ditakuti oleh sebagian besar perempuan adalah kanker payudara. Untuk menghindarinya ada 3 kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan karena terbukti meningkatkan risiko kanker payudara.

Kanker payudara timbul akibat berkembangnya sel kanker secara abnormal di daerah payudara. Jika ditemukan secara dini kanker ini memiliki tingkat kesembuhan yang baik, namun jika sudah stadium lanjut umumnya tingkat kesembuhan semakin menurun.

Berbagai hal memang diketahui bisa memicu terjadinya kanker payudara seperti pengaruh lingkungan atau genetik. Namun di luar kedua hal ini, beberapa kebiasaan tertentu juga turut menyumbang risiko terkena kanker payudara.

Untuk membantu mengurangi risiko kanker payudara, 3 kebiasaan berikut ini sebaiknya dihilangkan dari kehidupan Anda mulai sekarang,
1. Terlalu sedikit tidur

Kurang tidur atau hanya memiliki sedikit waktu untuk tidur tidak hanya membuat orang sulit konsentrasi bekerja atau sekolah keesokan harinya, namun juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Sebuah penelitian baru menemukan mempertahankan kebiasaan tidur dengan kualitas yang baik dan cukup bisa mengurangi risiko berkembangnya bentuk agresif dari kanker payudara. Untuk itu pastikan selalu mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

2. Konsumsi 3 gelas wine

Minum segelas wine sehari telah terbukti bisa mencegah beberapa penyakit, tapi jika dikonsumsi secara berlebihan justru bisa memiliki efek sebaliknya. Studi menemukan konsumsi 7-14 gelas seminggu bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara hingga 60 persen.

3. Terlalu sering leha-leha di sofa

Bersantai di sofa setelah beraktivitas seharian memang dibutuhkan oleh tubuh, tapi jika terlalu sering dilakukan bahkan hingga melewatkan waktu untuk olahraga maka bisa memiliki efek buruk, salah satunya adalah meningkatkan risiko kanker payudara.

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan obesitas, tapi olahraga telah terbukti bisa mengurangi risiko kanker payudara. Untuk itu hindari terlalu sering bersantai di sofa, tapi luangkan waktu untuk berolahraga.

Sabtu, 08 September 2012

Kebiasaan yang Bikin Gigi Jadi Sensitif

Jika gigi terasa ngilu dan nyeri setelah makan makanan yang panas atau dingin, mungkin gigi Anda termasuk gigi yang sensitif. Gigi sensitif tidak terjadi begitu saja, melainkan dapat disebabkan oleh beberapa kebiasaan yang tak tepat.

Gigi yang sehat memiliki lapisan enamel yang berfungsi melindungi mahkota gigi (bagian gigi atas gusi) dan lapisan sementum yang berfungsi melindungi akar gigi (bagian gigi bawah garis gusi). Di bawah kedua lapisan enamel dan sementum terdapat dentin gigi yang sifatnya kurang padat.

Dentin gigi inilah yang berisi tabung berongga mikroskopis yang diisi oleh oleh pembuluh darah dan saraf. Ketika dentin kehilangan penutup pelindung dari enamel atau sementum, tubulus yang memungkinkan makanan panas dan dingin atau asam atau lengket untuk mencapai saraf dan sel-sel di dalam gigi.

Hal ini menyebabkan sensitivitas gigi yang menyebabkan ngilu pada gigi. Hipersensitivitas juga disebabkan oleh bakteri pada mulut, yang menempel pada permukaan gigi dan meninggalkan residu asam biofilm.

Berikut 10 kebiasaan yang menyebabkan gigi sensitif,

1. Menyikat gigi dengan cara yang salah

Menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu kuat atau menggunakan sikat gigi berbulu keras dapat mengikis enamel dan membuat dentin gigi terbuka. Sikat gigi dengan tekanan yang terlalu kuat juga dapat menyebabkan resesi gusi dan membuat akar gigi terbuka.

Dentin gigi dan akar gigi yang terbuka akan menyebabkan gigi sensitif dan terasa nyeri ketika makan makanan yang panas atau dingin.

2. Penggunaan obat kumur

Penggunaan jangka panjang dari obat kumur yang mengandung beberapa asam dapat memperburuk sensitivitas gigi. Konsultasikan dengan dokter gigi tentang penggunaan obat kumur berfluoride yang netral jika memiliki sensitivitas dentin.

3. Mengepalkan gigi

Mengepalkan gigi (grinding) dapat mengerupsi enamel dan lama-kelamaan dentin gigi akan terbuka.

4. Asam makanan

Asupan makanan yang tinggi kandungan asam, seperti minuman soda, buah jeruk, acar, dan lain-lain dapat menyebabkan erosi enamel.

5. Produk pemutih gigi

Bahan kimia seperti peroksida karbamid atau hidrogen peroksida dalam produk pemutih gigi dapat menembus enamel dan menuju dentin gigi dengan sangat cepat. Penggunaan produk pemutih secara berlebihan dapat menyebabkan gigi sensitif.

6. Menambal gigi

Tambalan bisa sangat sensitif dengan kerusakan berulang atau proses yang menyebabkan korosi, erosi asam erosi dan keausan yang dapat menyebabkan sensitivitas gigi.

7. Plak

Plak pada permukaan akar gigi dapat menyebabkan gigi sensitif.

8. Penyakit gusi (Gingivitis)

Jaringan gusi yang meradang akan menyebabkan permukaan akar gugi terbuka sehingga akan sangat rentan terhadap makanan manis dan suhu makanan yang panas atau dingin.

9. Gigi berlubang

Gigi yang terkelupas atau rusak dan berlubang akan mengekspos dentin gigi dan menyebabkan sensitivitas.

10. Gastro esophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam

Refluks asam akan menyebabkan erosi gigi karena air liur dan asam yang telah turun ke lambung akan naik kembali ke kerongkongan dan memenuhi mulut dengan asam.

Asam lambung dapat menyebabkan hilangnya enamel yang merupakan faktor penyebab sensitivitas gigi.