Jika gigi terasa ngilu dan nyeri setelah makan makanan yang panas atau
dingin, mungkin gigi Anda termasuk gigi yang sensitif. Gigi sensitif
tidak terjadi begitu saja, melainkan dapat disebabkan oleh beberapa
kebiasaan yang tak tepat.
Gigi yang sehat memiliki lapisan enamel
yang berfungsi melindungi mahkota gigi (bagian gigi atas gusi) dan
lapisan sementum yang berfungsi melindungi akar gigi (bagian gigi bawah
garis gusi). Di bawah kedua lapisan enamel dan sementum terdapat dentin
gigi yang sifatnya kurang padat.
Dentin gigi inilah yang berisi
tabung berongga mikroskopis yang diisi oleh oleh pembuluh darah dan
saraf. Ketika dentin kehilangan penutup pelindung dari enamel atau
sementum, tubulus yang memungkinkan makanan panas dan dingin atau asam
atau lengket untuk mencapai saraf dan sel-sel di dalam gigi.
Hal
ini menyebabkan sensitivitas gigi yang menyebabkan ngilu pada gigi.
Hipersensitivitas juga disebabkan oleh bakteri pada mulut, yang menempel
pada permukaan gigi dan meninggalkan residu asam biofilm.
Berikut 10 kebiasaan yang menyebabkan gigi sensitif,
1. Menyikat gigi dengan cara yang salah
Menyikat
gigi dengan tekanan yang terlalu kuat atau menggunakan sikat gigi
berbulu keras dapat mengikis enamel dan membuat dentin gigi terbuka.
Sikat gigi dengan tekanan yang terlalu kuat juga dapat menyebabkan
resesi gusi dan membuat akar gigi terbuka.
Dentin gigi dan akar
gigi yang terbuka akan menyebabkan gigi sensitif dan terasa nyeri ketika
makan makanan yang panas atau dingin.
2. Penggunaan obat kumur
Penggunaan
jangka panjang dari obat kumur yang mengandung beberapa asam dapat
memperburuk sensitivitas gigi. Konsultasikan dengan dokter gigi tentang
penggunaan obat kumur berfluoride yang netral jika memiliki sensitivitas
dentin.
3. Mengepalkan gigi
Mengepalkan gigi (grinding) dapat mengerupsi enamel dan lama-kelamaan dentin gigi akan terbuka.
4. Asam makanan
Asupan makanan yang tinggi kandungan asam, seperti minuman soda, buah jeruk, acar, dan lain-lain dapat menyebabkan erosi enamel.
5. Produk pemutih gigi
Bahan
kimia seperti peroksida karbamid atau hidrogen peroksida dalam produk
pemutih gigi dapat menembus enamel dan menuju dentin gigi dengan sangat
cepat. Penggunaan produk pemutih secara berlebihan dapat menyebabkan
gigi sensitif.
6. Menambal gigi
Tambalan bisa sangat
sensitif dengan kerusakan berulang atau proses yang menyebabkan korosi,
erosi asam erosi dan keausan yang dapat menyebabkan sensitivitas gigi.
7. Plak
Plak pada permukaan akar gigi dapat menyebabkan gigi sensitif.
8. Penyakit gusi (Gingivitis)
Jaringan
gusi yang meradang akan menyebabkan permukaan akar gugi terbuka
sehingga akan sangat rentan terhadap makanan manis dan suhu makanan yang
panas atau dingin.
9. Gigi berlubang
Gigi yang terkelupas atau rusak dan berlubang akan mengekspos dentin gigi dan menyebabkan sensitivitas.
10. Gastro esophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam
Refluks
asam akan menyebabkan erosi gigi karena air liur dan asam yang telah
turun ke lambung akan naik kembali ke kerongkongan dan memenuhi mulut
dengan asam.
Asam lambung dapat menyebabkan hilangnya enamel yang merupakan faktor penyebab sensitivitas gigi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar