Ini adalah peringatan bagi Anda yang rutin mengonsumsi obat-obatan
pereda sakit. Riset terbaru para ahli di Kanada mengindikasikan,
konsumsi obat pereda rasa sakit secara rutin setiap hari dan dalam dosis
tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke hingga 40
persen.
Menurut peneliti, pasien yang secara teratur mengonsumsi diclofenac
(obat penghilang nyeri dan anti-radang), akan mengalami gangguan
jantung dua-perlima lebih tinggi. Sementara itu, penggunaan obat
penghilang rasa nyeri yang lain seperti ibuprofen telah dikaitkan dengan
peningkatan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 18 persen lebih
tinggi.
Diclofenac adalah salah satu obat dari jenis non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) dengan rumus kimia 2-(2,6-dichloranilino) phenylacetic acid. Obat-obatan jenis NSAID ini umumnya digunakan untuk mengatasi rematik, sakit pinggang, encok sakit kepala dan flu.
Sebuah kelompok studi kecil para peneliti dari Hull York Medical School
dan University of Toronto, Kanada, telah mempelajari dan membandingkan
efek dari penggunaan obat pereda sakit pada dosis rendah dan tinggi
(untuk keluhan yang lebih serius). Obat-obat yang diteliti cukup
beragam, mulai dari jenis yang digunakan di rumah sakit, obat yang
diresepkan dokter, hingga obat-obat pereda sakit yang biasa ditemukan
seperti ibuprofen dan naproxen.
Hasil penelitian menunjukkan,
menggunakan diclofenac dalam dosis rendah (untuk mengobati rasa sakit
pascaoperasi), berkaitkan dengan risiko 22 persen lebih tinggi mengalami
masalah jantung. Sementara itu, pada dosis yang lebih besar,
kemungkinan pasien terkena penyakit jantung atau stroke meningkat
sebesar 98 persen.
Pada obat NSAID lainnya seperti ibuprofen,
penggunaan obat sesuai dengan rekomendasi tidak berdampak negatif pada
pasien. Tetapi, pada orang yang memakai dalam dosis besar, dapat
meningkatkan risiko jantung sebesar 78 persen.
"Dalam memilih
yang salah satu jenis obat NSAID yang ada, pasien dan dokter harus
memperhatikan keseimbangan antara manfaat dan kerugian yang mungkin bisa
ditimbulkan dalam penggunaan obat ini," kata salah satu peneliti utama,
Dr Patricia McGettigan.
Menurut McGettigan, naproxen dan
ibuprofen adalah obat penghilang rasa sakit yang paling aman untuk
jantung, asalkan digunakan dalam dosis yang rendah.
Sementara
itu, Doireann Maddock, perawat jantung senior dari British Heart
Foundation mengatakan, penggunaan obat penghilang rasa sakit sangat
berisiko khususnya pada orang dengan penyakit jantung.
"Hal ini
sudah diketahui sejak lama dan temuan baru ini tidak boleh diabaikan.
Tetapi para ilmuwan dan ahli obat perlu untuk menggali lebih dalam
sebelum menarik kesimpulan tentang efek samping obat-obatan ini,"
katanya.
Ia menambahkan, "Penggunaan obat penghilang rasa sakit
apapun pasti ada manfaat dan risikonya. Jika Anda sudah terlanjur
meminum obat tersebut dan khawatir akan efeknya, Anda harus
berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Karena manfaat yang Anda
dapat mungkin jauh lebih besar ketimbang risikonya
di kutip dari compas.com
Selasa, 05 Juni 2012
Waspadai Kelebihan Dosis Parasetamol
Penelitian mengindikasikan, jutaan orang di dunia mungkin berada pada
risiko kelebihan dosis parasetamol. Penggunaan yang tidak sesuai anjuran
dari obat-obat pereda sakit paling populer ini bukan hanya akan
menimbulkan risiko overdosis, melainkan juga kerusakan pada organ hati.
Kajian para ahlii dari Northwestern University di Chicago AS menyatakan, hampir 25 persen orang dewasa keliru dalam mengonsumsi parasetamol. Banyak di antara pasien meminum obat ini melebihi dosis yang direkomendasikan dalam kurun waktu 24 jam.
Para pengguna kebanyakan menghiraukan instruksi dosis atau tata cara penggunaan, terutama kaum lanjut usia yang kerap lupa berapa tablet yang sudah mereka konsumsi. Ada pula pasien yang tidak menyadari kalau mereka sedang dalam perawatan menggunakan obat lain yang mengandung acetaminophen, bahan aktif Parasetamol.
Rekomendasi dokter untuk dosis maksimal parasetamol adalah delapan tablet 500 mg dalam sehari. Maksimal hanya dua tablet saja untuk sekali minum dalam setiap empat jam. Bila melebihi batas yang ditentukan, salah satu konsekuensinya adalah overdosis yang menyebabkan kerusakan liver dan penumpukan cairan di otak yang berisiko fatal.
Dalam riset yang dimuat Journal of General Internal Medicine edisi online tersebut, Dr Michael Wolf melakukan kajian mengenai prevalensi penyalahgunaan acetaminophen dan kemungkinan overdosis. Wolf mewawancarai lebih dari 500 pasien dewasa yang berobat ke klinik di sejumlah kota di AS antara September 2009 hingga Maret 2011.
Para peneliti menguji sejauhmana pemahaman pasien mengenai dosis dan kemampuan mengonsumsi obat acetaminophen secara tepat. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan. Lebih dari seperempat pasien berada dalam risiko overdosis karena mengonsumsi obat pereda sakit melebihi batas maksimal 4 gram dalam 24 jam. Selain itu, ada 5 persen pasien yang membuat kesalahan fatal karena menenggak obat lebih dari 6 gram dalam 24 jam. Sedangkan hampir 50 persen pasien berisiko overdosis karena melakukan "double-dipping" atau menenggak dua jenis obat yang mengandung acetaminophen.
"Temuan kami mengindikasikan banyak konsumen yang tidak mengenal atau membedakan bahan aktif dalam obat pereda sakit yang dijual bebas, mereka juga tidak menyimak dengan cermat instruksi pada label kemasan obat," ujar Wolf.
"Dengan adanya prevalensi, risiko signifikan dari efek buruk, dan minimnya pemahaman, seorang dokter seharusnya memberi panduan dalam pengambilan keputusan dan menganjurkan pasien tentang penggunaan obat yang tepat
di kutip dari compas.com
Kajian para ahlii dari Northwestern University di Chicago AS menyatakan, hampir 25 persen orang dewasa keliru dalam mengonsumsi parasetamol. Banyak di antara pasien meminum obat ini melebihi dosis yang direkomendasikan dalam kurun waktu 24 jam.
Para pengguna kebanyakan menghiraukan instruksi dosis atau tata cara penggunaan, terutama kaum lanjut usia yang kerap lupa berapa tablet yang sudah mereka konsumsi. Ada pula pasien yang tidak menyadari kalau mereka sedang dalam perawatan menggunakan obat lain yang mengandung acetaminophen, bahan aktif Parasetamol.
Rekomendasi dokter untuk dosis maksimal parasetamol adalah delapan tablet 500 mg dalam sehari. Maksimal hanya dua tablet saja untuk sekali minum dalam setiap empat jam. Bila melebihi batas yang ditentukan, salah satu konsekuensinya adalah overdosis yang menyebabkan kerusakan liver dan penumpukan cairan di otak yang berisiko fatal.
Dalam riset yang dimuat Journal of General Internal Medicine edisi online tersebut, Dr Michael Wolf melakukan kajian mengenai prevalensi penyalahgunaan acetaminophen dan kemungkinan overdosis. Wolf mewawancarai lebih dari 500 pasien dewasa yang berobat ke klinik di sejumlah kota di AS antara September 2009 hingga Maret 2011.
Para peneliti menguji sejauhmana pemahaman pasien mengenai dosis dan kemampuan mengonsumsi obat acetaminophen secara tepat. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan. Lebih dari seperempat pasien berada dalam risiko overdosis karena mengonsumsi obat pereda sakit melebihi batas maksimal 4 gram dalam 24 jam. Selain itu, ada 5 persen pasien yang membuat kesalahan fatal karena menenggak obat lebih dari 6 gram dalam 24 jam. Sedangkan hampir 50 persen pasien berisiko overdosis karena melakukan "double-dipping" atau menenggak dua jenis obat yang mengandung acetaminophen.
"Temuan kami mengindikasikan banyak konsumen yang tidak mengenal atau membedakan bahan aktif dalam obat pereda sakit yang dijual bebas, mereka juga tidak menyimak dengan cermat instruksi pada label kemasan obat," ujar Wolf.
"Dengan adanya prevalensi, risiko signifikan dari efek buruk, dan minimnya pemahaman, seorang dokter seharusnya memberi panduan dalam pengambilan keputusan dan menganjurkan pasien tentang penggunaan obat yang tepat
di kutip dari compas.com
Minggu, 03 Juni 2012
Mengapa Buah dan Sayuran Menyehatkan?
Para dokter, ahli gizi dan praktisi kesehatan selalu memberikan nasihat
umum yang sama: batasilah makanan berlemak, perbanyak buah dan sayuran.
Mengapa kita perlu memperbanyak makan buah dan sayuran? Selain kaya
akan vitamin, mineral dan serat, buah dan sayuran mengandung zat lain
yang istimewa yaitu fitokimia.
Fitokimia adalah bahan kimia alami yang diproduksi oleh tanaman. Lebih spesifik lagi, istilah tersebut biasanya hanya mengacu pada bahan kimia dari tanaman yang tidak memiliki kandungan gizi tetapi bermanfaat bagi kesehatan. Para ahli memperkirakan ada sekitar 40.000 fitokimia di berbagai tanaman. Namun, baru ratusan dari senyawa tersebut yang telah diteliti dan diselidiki manfaatnya.
Fitokimia juga memberikan warna dan aroma khas buah dan sayuran. Kita dapat menggolongkan buah dan sayuran ke dalam lima kelompok sesuai dengan warna dan fitokimia yang dikandungnya, yaitu: merah, kuning/oranye, hijau, biru/ungu dan putih/coklat.
Likopen,
asam elagik, quercetin, hesperedin dan flavonoid yang disebut
kaempferol adalah fitokimia yang terkandung pada buah, dan sayuran
berwarna merah. Fitokimia ini bertindak sebagai antioksidan
yang melindungi sel-sel kita terhadap kerusakan oksidatif yang
meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Likopen adalah
antioksidan kuat dari kelompok karotenoid. Asupan likopen yang tinggi
secara khusus telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat.
Ada
antioksidan yang berlimpah dalam makanan berwarna kuning dan oranye,
termasuk karotenoid (beta-karoten, lutein, zeaxantin), yang memberikan
warna cemerlang mereka. Fitokimia lainnya termasuk terpen dan flavonoid
(quercetin) juga terdapat dalam kelompok ini. Karotenoid, terpen dan
flavonoid berperan sebagai antioksidan yang melindungi terhadap kanker
dan penyakit jantung. Lutein, sejenis karotenoid yang disimpan dalam
mata, penting untuk mencegah dua penyebab utama kebutaan: katarak dan
degenerasi makula yang terkait penuaan.
Seperti
makanan berwarna oranye/ kuning, buah-buahan dan sayuran berwarna hijau
sangat kaya fitokimia yang bersifat antioksidan, terutama kelompok
flavonoid dan karotenoid (lutein, beta-karoten dan zeaxantin). Makanan
berwarna hijau juga mengandung indoles dan saponin, yang bersifat anti-
kanker.
Warna
ungu/biru dalam buah-buahan dan sayuran terutama disebabkan oleh
flavonoid, seperti antosianin, yang merupakan antioksidan kuat dan
memiliki efek anti-bakteri ringan. Fitokimia lain yang ditemukan pada
kelompok makanan ini adalah lutein, zeaxantin, quercetin, dan
resveratrol, yang terutama ditemukan pada anggur dan diduga bermanfaat
mencegah kanker. Secara umum, fitokimia pada makanan berwarna ungu/biru
juga bermanfaat untuk kesehatan mata, menurunkan kolesterol LDL,
meningkatkan imunitas, mendukung sistem pencernaan dan mencegah
inflamasi.
Meskipun
tidak secerah warna makanan lain, buah dan sayuran berwarna coklat/
putih tidak boleh diremehkan. Fitokimia pada kelompok makanan ini adalah
beta-glukan, EGCG, SDG, dan lignan yang meningkatkan sistem imunitas
tubuh, menyeimbangkan hormon, dan membunuh sel B dan T sehingga
menurunkan risiko kanker kolon, kanker payudara dan kanker prostat.
Makanan dari kelompok ini juga mengandung alicin dan indoles. Alicin
(pada bawang putih) memiliki sifat anti-bakteri, sedangkan indoles (pada
kubis) merangsang enzim yang menghambat estrogen dan mengurangi risiko
kanker payudara.
Fitokimia adalah bahan kimia alami yang diproduksi oleh tanaman. Lebih spesifik lagi, istilah tersebut biasanya hanya mengacu pada bahan kimia dari tanaman yang tidak memiliki kandungan gizi tetapi bermanfaat bagi kesehatan. Para ahli memperkirakan ada sekitar 40.000 fitokimia di berbagai tanaman. Namun, baru ratusan dari senyawa tersebut yang telah diteliti dan diselidiki manfaatnya.
Fitokimia juga memberikan warna dan aroma khas buah dan sayuran. Kita dapat menggolongkan buah dan sayuran ke dalam lima kelompok sesuai dengan warna dan fitokimia yang dikandungnya, yaitu: merah, kuning/oranye, hijau, biru/ungu dan putih/coklat.
Makanan berwarna merah
| Contoh makanan berwarna merah | ||
| tomat | wortel | cabai |
| stroberi | ceri | anggur merah |
| melinjo | semangka | teh rosella |
Makanan berwarna oranye/ kuning
| Contoh makanan berwarna oranye/ kuning | ||
| ubi jalar | labu | jagung |
| jeruk | mangga | nanas |
| pepaya | nangka | semangka kuning |
Makanan berwarna hijau
| Contoh makanan berwarna hijau | ||
| bayam | brokoli | asparagus |
| kacang panjang | kangkung | labu siam |
| jambu | anggur hijau | buah kiwi |
Makanan berwarna ungu/biru
| Contoh makanan berwarna ungu/biru | ||
| kecombrang | kubis ungu | terong ungu |
| bluberi | anggur ungu | delima |
| plum | jamur ungu | jantung pisang |
Makanan berwarna coklat/putih
| Contoh makanan berwarna coklat/ putih | ||
| kubis | bawang putih | jahe |
| kurma | salak | sirsak |
| pisang | mentimun | bengkoang |
Tips untuk Anda
Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran akan meningkatkan asupan fitokimia yang menyehatkan badan Anda. Tidak ada standar resmi mengenai angka kecukupan konsumsi harian buah dan sayuran, namun sangat dianjurkan bagi Anda untuk menyantap setidaknya 5 sampai 9 porsi buah dan sayuran setiap hari dengan susunan bervariasi. Warna makanan memberikan petunjuk mengenai kandungan fitokimia yang terkandung di dalamnya. Dengan mengambil makanan yang berwarna-warni (“makanan berwarna pelangi”), Anda menjamin asupan aneka fitokimia dan zat gizi yang dibutuhkan untuk memelihara kesehatan AndaJumat, 01 Juni 2012
Manfaat dan Khasiat Kunyit bagi Kita
Kunyit (Curcuma domestica Vahl.) atau lebih dikenal sebagai
kunir oleh masyarakat Jawa dan koneng dalam bahasa Sunda adalah tanaman
obat yang berasal dari Asia. Tanaman dari famili Zingiberaceae
ini tumbuh amat baik di Indonesia dan mudah didapati di pasaran. Bagian
utama dari kunyit yang memiliki khasiat obat adalah rimpangnya yang
berada di dalam tanah.
Kunyit tidak asing lagi bagi ibu-ibu, yang biasa menambahkannya dalam masakan sebagai salah satu ramuan bumbu. Kunyit juga digunakan sebagai pewarna alami masakan yang tidak karsinogenik, tidak menimbulkan sebarang efek samping dan aman dikonsumsi walaupun dalam jumlah yang banyak. Selain memberi warna, ia turut memberikan aroma yang khas dan dapat menutup bau yang tidak enak yang muncul dari telur dan daging.
Kunyit rasanya agak pahit dengan campuran sedikit pedas, berbau khas aromatik, berwarna kuning dan tidak beracun. Senyawa kimia utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri dan kurkuminoid. Warna kuning kunyit berasal dari kurkuminoid yang mengandung kurkumin. Aroma khasnya adalah dari minyak atsiri yang mengandung alkohol seskuiterpen. Rimpang kunyit juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, lemak dan gom.
Beberapa khasiat pengobatan kunyit pada manusia:
Namun demikian, dewasa ini pola kehidupan sudah semakin modern, masyarakat semakin sibuk dan tiada waktu untuk menggunakan kunyit secara konvensional. Beberapa produsen telah menjual kunyit dalam bentuk bubuk yang praktis dan mudah digunakan serta tahan lama, dengan tanggal kadaluarsa yang panjang. Kunyit dalam bentuk bubuk dan kapsul itu tersedia di toko-toko kesehatan dengan dosis sekitar 250-500 mg per kapsul. Kunyit juga digunakan oleh industri kosmetik dalam krim tabir surya, produk hair removal dan perawatan bekas luka.
Kunyit tidak asing lagi bagi ibu-ibu, yang biasa menambahkannya dalam masakan sebagai salah satu ramuan bumbu. Kunyit juga digunakan sebagai pewarna alami masakan yang tidak karsinogenik, tidak menimbulkan sebarang efek samping dan aman dikonsumsi walaupun dalam jumlah yang banyak. Selain memberi warna, ia turut memberikan aroma yang khas dan dapat menutup bau yang tidak enak yang muncul dari telur dan daging.
Kunyit rasanya agak pahit dengan campuran sedikit pedas, berbau khas aromatik, berwarna kuning dan tidak beracun. Senyawa kimia utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri dan kurkuminoid. Warna kuning kunyit berasal dari kurkuminoid yang mengandung kurkumin. Aroma khasnya adalah dari minyak atsiri yang mengandung alkohol seskuiterpen. Rimpang kunyit juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, lemak dan gom.
Khasiat kunyit
Kunyit telah digunakan selama lebih dari 2500 tahun di India, di mana ia kemungkinan besar pertama kali digunakan sebagai pewarna dan obat. Kunyit banyak digunakan dalam pengobatan Ayurveda, karena memiliki kualitas antiseptik dan antibakteri, memiliki efek yang sama dengan fluoride untuk gigi, menyembuhkan psoriasis dan peradangan sendi, serta membantu masalah pencernaan dan depresi.Beberapa khasiat pengobatan kunyit pada manusia:
- Selain memiliki aktivitas antimikroba, antiradang, dan antivirus, kunyit juga berpotensi meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh. Kurkumin, senyawa fenolik alami pada kunyit, bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
- Kunyit berpotensi dalam pengobatan kanker. Pada penderita kanker, sel-sel kanker menjalar melalui pembuluh darah (metastasis) dan jaringannya menjadi tumor. Angiogenesis juga terjadi, yaitu pertumbuhan pembuluh darah baru yang menyebar ke arah tumor untuk suplai nutrien, oksigen dan sirkulasi kotoran. Kurkumin mengobati kanker dengan menghambat laju pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru tersebut.
- Wanita yang mengalami masalah dengan haid dapat menggunakan kunyit untuk mengatasinya. Efek farmakologis kunyit dapat melancarkan darah dan haid serta mengurangi rasa nyeri dan lelah datang bulan.
- Sebagai antikoagulan alami, kunyit dapat menghalangi pembekuan darah dan mencegah terjadinya trombosis.
- Kunyit dapat menurunkan tekanan darah, mengobati diare, sakit lambung, asma, usus buntu, dan rematik.
- Sifat analgesik alami kunyit bekerja dengan menghambat Cox-2 yang mencetuskan rasa nyeri. Dengan sifat analgesik dan antiinflamasinya, kunyit dapat mengobati artritis dan rheumatoid artritis.
- Penyakit pikun dapat diperlambat dengan sering mengonsumsi kunyit dalam makanan. Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit pikun yang terjadi umumnya pada usia tua, ketika kapasitas fisik otak berkurang. Kunyit berpotensi memperpanjang jangka waktu abilitas kognitif otak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa manula di Asia yang sering mengkonsumsi kare (curry) yang mengandung kunyit memiliki daya ingatan yang lebih baik daripada manula di benua yang lain.
Produk berbahan kunyit
Kini terdapat pelbagai produk di pasaran yang menggunakan kunyit sebagai bahan utama maupun tambahan dalam ramuannya. Di antaranya adalah jamu. Jamu pada dasarnya berarti “obat kuat” atau “obat semua” dan merupakan sistem penyembuhan lokal yang berasal dari Indonesia. Kunyit adalah bahan jamu alami yang telah digunakan sejak jaman dahulu. Kunyit dalam jamu atau bahan lulur digunakan oleh para wanita untuk mencerahkan warna kulit serta menjadikannya lebih sehat, halus dan mulus. Hal tersebut karena kunyit mempunyai aktivitas antiseptik yang dapat menghilangkan gatal-gatal dan infeksi bakteri seperti jerawat. Jamu kunyit dapat mengembalikan kesegaran tubuh yang pegal dan capek. Pada wanita, jamu kunyit dapat mencegah timbulnya kista atau kanker rahim, karena kunyit memiliki aktivitas antikanker.Namun demikian, dewasa ini pola kehidupan sudah semakin modern, masyarakat semakin sibuk dan tiada waktu untuk menggunakan kunyit secara konvensional. Beberapa produsen telah menjual kunyit dalam bentuk bubuk yang praktis dan mudah digunakan serta tahan lama, dengan tanggal kadaluarsa yang panjang. Kunyit dalam bentuk bubuk dan kapsul itu tersedia di toko-toko kesehatan dengan dosis sekitar 250-500 mg per kapsul. Kunyit juga digunakan oleh industri kosmetik dalam krim tabir surya, produk hair removal dan perawatan bekas luka.
Beberapa resep kunyit
Terdapat beberapa petua untuk mengonsumsi kunyit secara empiris di rumah, yaitu dengan cara merebus rimpang kunyit dan ditambah dengan beberapa ramuan lain sesuai dengan penyakit yang ingin diobati. Berikut adalah beberapa contoh:- Demam: rimpang kunyit yang dicuci (20g), diparut, ditambah dengan air matang 100ml, diperas dengan saringan kain. Airnya diminum 2 kali sehari.
- Diare: kunyit diiris, direbus dengan air, ditambah 1 sendok teh air kapur sirih, aduk sampai rata. Dinginkan. Saringan airnya diminum 3 kali sehari sampai sembuh.
- Borok: kunyit diparut sebesar ibu jari, ditambah satu sendok teh air kapur sirih dan perasan air 1 jeruk nipis, aduk sampai rata. Oleskan campuran pada bagian tubuh yang sakit.
- Gatal (cacar air): sepotong kunyit, segenggam daun asam dicuci, diblender hingga halus seperti bubur. Oleskan pada bagian tubuh yang gatal.
- Keputihan: Kunyit tua (15g) dikupas dan diparut. Ditambah 150ml air asam dan gula jawa, aduk rata. Peras dengan kain, dan minum setiap hari.
- Radang amandel: setengah jari kunyit diparut, ditambah 2 sendok air minum, aduk sampai rata, peras dan ambil airnya. Tambah 1 kuning telur ayam kampung dan sedikit air kapur sirih. Kocok adunan, minum 1 hingga 2 kali sehari.
- Radang gusi: setengah ibu jari kunyit dan 3 potong gambir diiris. Rebus dalam 2 gelas air sehingga tersisa 1 gelas. Gunakan air itu untuk berkumur 3 hingga 4 kali sehari.
- Telat haid: kunyit dan daun sigading (15g), biji pala dan kapulaga (10g), ketumbar, jinten hitam dan cengkeh (5g). Rebus bahan tersebut dengan 3 gelas air sehingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, bagi menjadi 3 bagian untuk diminum 3 kali sehari.
- Kesehatan kulit dan umum (jamu): 100g rimpang kunyit segar, 100 ml air jeruk nipis, 11/2 sendok makan madu dan air secukupnya. Kunyit dihaluskan dengan blender, campurkan pasta kunyit tersebut dengan madu dan air jeruk nipis. Tambahkan air secukupnya. Minum secara teratur.
Bijaksana mengonsumsi
Walaupun kunyit memiliki banyak khasiat, penggunaannya harus bijaksana karena konsumsi berlebihan bisa menyebabkan pelbagai komplikasi. Kunyit tidak boleh digunakan oleh penderita batu empedu atau obstruksi empedu. Ibu hamil harus berkonsultansi dengan dokter dahulu sebelum mengonsumsi kunyit dalam jumlah tinggi karena kunyit dapat menstimulasi rahim. Orang lanjut usia tidak boleh makan kunyit berlebihan karena dapat menyebabkan nyeri lambung, gangguan hati maupun ginjal.
Langganan:
Komentar (Atom)
