Berolahraga atau beraktivitas fisik
secara teratur adalah penting bagi kesehatan. Selain membantu mencegah
dan mengendalikan penyakit, olahraga juga bermanfaat untuk menurunkan,
menambah dan menjaga berat badan yang sehat.
Bila Anda kelebihan berat badan, meningkatkan aktivitas fisik akan
menambah pembakaran kalori oleh tubuh. Pembakaran kalori melalui
kegiatan fisik ini, dikombinasikan dengan pengurangan asupan kalori
melalui diet, menciptakan “defisit kalori” yang menghasilkan penurunan
berat badan.
Sebagian besar penurunan berat badan terjadi karena
pengurangan asupan kalori. Namun, bukti-bukti menunjukkan bahwa
satu-satunya cara untuk
mempertahankan penurunan berat badan adalah dengan beraktivitas fisik secara teratur. Diet rendah kalori saja tidak cukup
karena setelah Anda terbiasa dengan kalori yang lebih sedikit, tubuh
Anda akan meningkatkan efisiensi penggunaan kalori. Berat tubuh Anda
akan cenderung bertambah kembali ke tingkat semula meskipun asupan
kalori Anda tetap (menunjukkan apa yang biasa disebut efek yo-yo).
Untuk
mendapatkan dan mempertahankan berat badan yang sehat, setiap orang
membutuhkan aktivitas fisik yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa
panduan sederhana yang dapat diterapkan:
1. Untuk menjaga berat badan.
Bukti
ilmiah yang kuat menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu Anda
menjaga berat badan dari waktu ke waktu. Setiap minggu, lakukanlah
aktivitas fisik aerobik 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit
aktivitas aerobik dengan intensitas kuat, atau campuran keduanya yang
setara. Ini hanyalah patokan umum. Jumlah pasti aktivitas fisik yang
diperlukan dapat bervariasi dari orang ke orang. Anda mungkin perlu
melakukan lebih atau kurang dari rekomendasi tersebut untuk menjaga
berat badan Anda.
2. Untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya.
Anda
membutuhkan jumlah aktivitas fisik lebih banyak, kecuali jika Anda juga
menyesuaikan diet dan mengurangi kalori yang Anda makan dan minum.
Mendapatkan dan mempertahankan berat badan yang sehat membutuhkan
kombinasi aktivitas fisik yang teratur dan pola makan yang sehat.
Intensitas aktivitas fisik

Intensitas adalah tingkat usaha
yang dibutuhkan oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Ada
beberapa cara untuk menentukan intensitas aktivitas fisik:
1. Intensitas relatif
Bila menggunakan intensitas relatif, Anda memerhatikan bagaimana aktivitas fisik memengaruhi detak jantung dan pernapasan.
Uji
bicara adalah cara sederhana untuk mengukur intensitas relatif. Sebagai
aturan mudah, jika Anda melakukan aktivitas berintensitas sedang maka
Anda masih dapat berbicara, tetapi tidak dapat bernyanyi pada saat
kegiatan tersebut. Jika Anda melakukan aktivitas berintensitas kuat,
Anda tidak akan bisa mengucapkan lebih dari beberapa kata tanpa berhenti
untuk menarik napas.
2. Intensitas absolut sesuai kebutuhan energi
Intensitas
absolut diukur berdasarkan jumlah energi yang digunakan oleh tubuh per
menit kegiatan. Tabel di samping adalah contoh daftar aktivitas yang
diklasifikasikan dalam intensitas sedang atau kuat berdasarkan jumlah
kalori yang digunakan oleh tubuh saat melakukan aktivitas. Jumlah kalori
dibakar tersebut adalah untuk orang dengan berat badan 70 kg. Jika
berat badan Anda lebih atau kurang dari itu, maka kalori yang dibakar
akan lebih sedikit atau lebih banyak.
3. Intensitas menurut denyut jantung latihan
Cara
lain untuk menentukan intensitas aktivitas fisik adalah dengan mengukur
denyut nadi atau detak jantung Anda selama aktivitas fisik.
Untuk
aktivitas fisik berintensitas sedang, denyut jantung Anda adalah
sekitar 50%- 70% dari denyut jantung maksimum. Tingkat denyut maksimum
adalah berdasarkan usia Anda. Perkiraan denyut jantung maksimum yang
berkaitan dengan usia dapat diperoleh dengan mengurangkan usia Anda dari
220. Misalnya, jika usia Anda adalah 35 tahun maka tingkat maksimum
denyut jantung Anda adalah 220-35 tahun = 185 denyut per menit (dpm).
Dengan demikian, aktivitas fisik berintensitas sedang untuk Anda adalah
jika denyut jantung Anda berada pada kisaran antara 92 s.d. 129 dpm
(50%-70% dari 185 dpm) ketika beraktivitas.
Untuk aktivitas fisik
berintensitas kuat, target denyut jantung Anda adalah 70-85% dari denyut
jantung maksimum, yaitu antara 130 dan 157 dpm. Jangan pernah melampaui
denyut jantung lebih dari 85% tingkat maksimum Anda agar Anda tidak membebani jantung di luar kemampuan.