MAKAN gorengan memang nikmat dikudap sebagai camilan
di siang atau sore hari. Tapi waspadalah, ada empat penyakit yang siap
mengintai Anda.
Keunggulan makanan berkategori junk food memang menawarkan rasa yang nikmat. Anda yang terlanjur menyukai sangat sulit meninggalkannya.
Tapi demi menjaga kesehatan, ada baiknya Anda mulai mengurangi
kuantitas mengonsumsinya. Pasalnya, makan yang dimasak dengan minyak
sangat panas seperti aneka gorengan memiliki efek yang sangat berbahaya
di perut.
Umumnya setelah mengonsumsi gorengan terlampau banyak, Anda cenderung
merasa sakit dan perut tidak nyaman. Hal ini karena makanan yang
mengandung banyak minyak jenuh seperti gorengan memiliki banyak lemak
yang dapat menambah lingkar pinggang Anda. Makanan ini menyebabkan
keasaman dan berbagai masalah perut lainnya.
Berikut beberapa masalah perut yang disebabkan oleh gorengan, sebagaimana dilansir Boldsky.
- Nyeri dada
Nyeri dada atau heartburn merupakan sensasi terbakar pada dada yang sering menjadi parah pada saat mengambil posisi berbaring atau membungkuk.
Heartburn disebabkan oleh bergeraknya asam lambung ke dalam
esofagus (saluran makanan yang mengalirkan makanan dari mulut ke
lambung). Cara terbaik menghindari masalah tersebut dengan mengurangi
asupan gorengan dan ganti dengan masakan yang dikukus atau direbus.
Gastroenteritis
Peradangan pada lapisan lambung akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak dapat memicu gastroenteritis. Pasalnya, perut terisi gas ketika Anda mengonsumsi makanan yang digoreng terlalu banyak dan Anda cenderung merasa kenyang.
Anda tidak bisa selalu mencegah masalah ini, tetapi dapat mengurangi kemungkinan dengan menghindari junk food. Gastroenteritis
merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya muntah dan diare.
Gejala umum lainnya pada gangguan ini meliputi gangguan pencernaan,
muntah, mual, penurunan berat badan, kembung, kehilangan nafsu makan,
dan bersendawa.
Tukak lambung (ulcer)
Tukak lambung merupakan luka yang terjadi di sekitar bagian dalam
lambung atau usus yang menyebabkan rasa nyeri pada sistem pencernaan.
Penyakit ini disebabkan bakteri yang disebut Pylori. Gorengan
menyebabkan keasaman dan ulkus di perut Anda. Jadi, menghindari
konsumsi junk food dapat mengurangi masalah perut.
Gangguan pencernaan
Merasa tidak nyaman di perut merupakan gejala dari
adanya gangguan di pencernaan. Walaupun gangguan perut ini bukan
masalah kesehatan yang sangat serius, tetapi sangat umum dialami banyak
orang.
Gangguan pencernaan terjadi karena makanan berlemak yang sangat asam
dan berat pada perut. Jika Anda mengunyah makanan dengan baik, maka
menjadi mudah dicerna dan dapat mengurangi masalah perut Anda.
Sabtu, 19 Mei 2012
Awas, Kesepian Picu Penyakit Jantung
KESEPIAN ternyata dapat berimbas buruk bagi kesehatan. Karenanya, jangan pernah mengabaikan kesepian karena nyawa Anda taruhannya.
Menurut sebuah penelitian baru, kesepian dapat menghasilkan perubahan dalam tubuh yang meniru proses penuaan dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Apalagi seiring dengan bertambahnya usia, fungsi kardiovaskular atau jantung kita berkurang. Karenanya, ancaman serangan tersebut sangatlah rentan.
Para peneliti di Cornell University, kesepian akan mempercepat proses tersebut. Para peneliti mengatakan, “Penelitian ini menjadi pengingat bahwa kita semua menginginkan dan membutuhkan koneksi dan interaksi sosial yang berarti.”
Temuan ini berdasarkan hasil investigasi terhadap 182 pria (dibagi antara 18-30 tahun dan 65-80 tahun) yang diminta untuk berpidato dan menyelesaikan beberapa aritmatika mental di laboratorium. Tekanan darah mereka diperiksa sebelum, selama dan setelah ujian, serta dinilai tentang ikatan sosial mereka, seperti dilansir Dailymail.
Hasilnya, orang dewasa yang lebih tua memiliki tekanan darah yang lebih tinggi, reaktivitas stres kardiovaskular yang lebih besar dan waktu pemulihan kardiovaskular yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa muda.
Orang dewasa muda yang menganggap diri kesepian rentan memiliki risiko penyakit di atas, namun orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko terbesar. Waktu pemulihan dari penyakit pada orang dewasa tua yang kesepian, rata-rata sangat lama dan terlambat.
Penulis dan profesor perkembangan manusia di 'Cornell's College of Human Ecology', Anthony Ong mengatakan, “Hal yang paling mencolok yang kami temukan bahwa respons kardiovaskular orang dewasa muda yang kesepian terhadap beban dari tekanan sosial berdampak lebih daripada orang dewasa yang lebih tua. Kesepian dapat dilihat sebagai sinyal untuk memperbaiki hubungan sosial kita.
Menurut sebuah penelitian baru, kesepian dapat menghasilkan perubahan dalam tubuh yang meniru proses penuaan dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Apalagi seiring dengan bertambahnya usia, fungsi kardiovaskular atau jantung kita berkurang. Karenanya, ancaman serangan tersebut sangatlah rentan.
Para peneliti di Cornell University, kesepian akan mempercepat proses tersebut. Para peneliti mengatakan, “Penelitian ini menjadi pengingat bahwa kita semua menginginkan dan membutuhkan koneksi dan interaksi sosial yang berarti.”
Temuan ini berdasarkan hasil investigasi terhadap 182 pria (dibagi antara 18-30 tahun dan 65-80 tahun) yang diminta untuk berpidato dan menyelesaikan beberapa aritmatika mental di laboratorium. Tekanan darah mereka diperiksa sebelum, selama dan setelah ujian, serta dinilai tentang ikatan sosial mereka, seperti dilansir Dailymail.
Hasilnya, orang dewasa yang lebih tua memiliki tekanan darah yang lebih tinggi, reaktivitas stres kardiovaskular yang lebih besar dan waktu pemulihan kardiovaskular yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa muda.
Orang dewasa muda yang menganggap diri kesepian rentan memiliki risiko penyakit di atas, namun orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko terbesar. Waktu pemulihan dari penyakit pada orang dewasa tua yang kesepian, rata-rata sangat lama dan terlambat.
Penulis dan profesor perkembangan manusia di 'Cornell's College of Human Ecology', Anthony Ong mengatakan, “Hal yang paling mencolok yang kami temukan bahwa respons kardiovaskular orang dewasa muda yang kesepian terhadap beban dari tekanan sosial berdampak lebih daripada orang dewasa yang lebih tua. Kesepian dapat dilihat sebagai sinyal untuk memperbaiki hubungan sosial kita.
Jumat, 18 Mei 2012
Mungkin Ini Penyebab Lelah Sepanjang Waktu
APAKAH Anda sering merasa lelah sepanjang hari, yuk cari tahu kemungkinan penyebabnya.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hadirnya rasa lelah seharian. Lelah bisa diakibatkan pola makan yang buruk, terlalu sering berada dalam tekanan, merasa tertekan, atau tidak cukup tidur di malam hari.
Rasa lelah karena kurang tidur jelas tidak mengherankan. Tapi bagaimana jika Anda tetap merasa lelah walau sudah mendapatkan waktu tidur malam yang cukup?
"Anemia. Anemia adalah alasan medis yang sangat sederhana, yang sering membuat kita sangat lelah tapi juga yang paling sering diabaikan oleh banyak wanita" ujar Dr. Daemon Jones, ahli kesehatan asal Amerika Serikat.
Mengapa jumlah sel darah merah mempengaruhi tingkat energi Anda? "Salah satu fungsi utama dari sel darah merah adalah untuk membawa oksigen ke setiap sel dalam tubuh. Oksigen digunakan oleh sel-sel kita untuk menciptakan energi. Jadi jika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen Anda tidak akan bisa mendapatkan energi dari sel-sel Anda," paparnya.
Oleh karenanya, lanjut Jones, penting untuk memeriksa kondisi darah Anda setiap tahun selama.
"Ada beberapa jenis anemia yang membutuhkan dukungan nutrisi yang berbeda. Kekurangan zat besi adalah jensi anemia yang paling umum, tetapi bukan satu-satunya jenis anemia," jelas Jones.
Zat besi adalah salah satu blok pembentuk sel darah merah dalam tubuh. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi dalam diet Anda maka Anda tidak akan memiliki cukup untuk membuat sel darah merah.
"Cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan menambahkan makanan yang mengandung besi lebih banyak untuk diet Anda," katanya.
Contoh makanan yang mengandung zat besi adalah daging merah, kuning telur, sayuran hijau gelap, kismis, tiram, kalkun, kacang polong cewek, hati dan artichoke. Daging merah sebenarnya adalah bentuk termudah bagi tubuh kita untuk menyerap. Anda juga dapat mengambil suplemen zat besi
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hadirnya rasa lelah seharian. Lelah bisa diakibatkan pola makan yang buruk, terlalu sering berada dalam tekanan, merasa tertekan, atau tidak cukup tidur di malam hari.
Rasa lelah karena kurang tidur jelas tidak mengherankan. Tapi bagaimana jika Anda tetap merasa lelah walau sudah mendapatkan waktu tidur malam yang cukup?
"Anemia. Anemia adalah alasan medis yang sangat sederhana, yang sering membuat kita sangat lelah tapi juga yang paling sering diabaikan oleh banyak wanita" ujar Dr. Daemon Jones, ahli kesehatan asal Amerika Serikat.
Mengapa jumlah sel darah merah mempengaruhi tingkat energi Anda? "Salah satu fungsi utama dari sel darah merah adalah untuk membawa oksigen ke setiap sel dalam tubuh. Oksigen digunakan oleh sel-sel kita untuk menciptakan energi. Jadi jika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen Anda tidak akan bisa mendapatkan energi dari sel-sel Anda," paparnya.
Oleh karenanya, lanjut Jones, penting untuk memeriksa kondisi darah Anda setiap tahun selama.
"Ada beberapa jenis anemia yang membutuhkan dukungan nutrisi yang berbeda. Kekurangan zat besi adalah jensi anemia yang paling umum, tetapi bukan satu-satunya jenis anemia," jelas Jones.
Zat besi adalah salah satu blok pembentuk sel darah merah dalam tubuh. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi dalam diet Anda maka Anda tidak akan memiliki cukup untuk membuat sel darah merah.
"Cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan menambahkan makanan yang mengandung besi lebih banyak untuk diet Anda," katanya.
Contoh makanan yang mengandung zat besi adalah daging merah, kuning telur, sayuran hijau gelap, kismis, tiram, kalkun, kacang polong cewek, hati dan artichoke. Daging merah sebenarnya adalah bentuk termudah bagi tubuh kita untuk menyerap. Anda juga dapat mengambil suplemen zat besi
Pencernaan Aman? Jangan Terlambat Makan
ANDA sering mengalami gangguan pencernaan? Apa yang menjadi penyebab utama masalah ini terjadi?
Gangguan pencernaan memang wajar terjadi bila sesekali dialami. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami masalah ini. Jika Anda merupakan salah satu yang mengalami hal tersebut, bisa jadi kekurangan enzim menjadi pemicu utama.
Menurut data yang dilansir Foxnews, penyebab utama terganggunya sistem pencernaan karena kurangnya enzim pencernaan. Penyebabnya yaitu kebiasaan makan yang buruk, seperti makanan tidak dikunyah dengan baik atau pilihan menu makanan yang kurang tepat menjelang tidur.
Ketika Anda makan, tubuh akan melepaskan sekira 22 jenis enzim pencernaan dari kelenjar saliva, lambung, dan usus kecil. Setiap salah satu enzim bekerja pada jenis makanan tertentu, misalnya, protease memecah protein, amilase membantu mencerna karbohidrat dan lipase memecah lemak dan lipid. Dengan meruntuhkan makanan ini, enzim-enzim pencernaan membantu tubuh mencerna dan menyerap nutrisi yang dibutuhkan.
Untuk menjaga pencernaan aman, Anda sebaiknya memperbaiki pola makan. Jangan sampai terlambat makan, kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta terlalu cepat menelan makanan
Gangguan pencernaan memang wajar terjadi bila sesekali dialami. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami masalah ini. Jika Anda merupakan salah satu yang mengalami hal tersebut, bisa jadi kekurangan enzim menjadi pemicu utama.
Menurut data yang dilansir Foxnews, penyebab utama terganggunya sistem pencernaan karena kurangnya enzim pencernaan. Penyebabnya yaitu kebiasaan makan yang buruk, seperti makanan tidak dikunyah dengan baik atau pilihan menu makanan yang kurang tepat menjelang tidur.
Ketika Anda makan, tubuh akan melepaskan sekira 22 jenis enzim pencernaan dari kelenjar saliva, lambung, dan usus kecil. Setiap salah satu enzim bekerja pada jenis makanan tertentu, misalnya, protease memecah protein, amilase membantu mencerna karbohidrat dan lipase memecah lemak dan lipid. Dengan meruntuhkan makanan ini, enzim-enzim pencernaan membantu tubuh mencerna dan menyerap nutrisi yang dibutuhkan.
Untuk menjaga pencernaan aman, Anda sebaiknya memperbaiki pola makan. Jangan sampai terlambat makan, kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta terlalu cepat menelan makanan
Langganan:
Komentar (Atom)