Sabtu, 19 Mei 2012

Mengendalikan Berat Badan dengan Olahraga

Berolahraga atau beraktivitas fisik secara teratur adalah penting bagi kesehatan. Selain membantu mencegah dan mengendalikan penyakit, olahraga juga bermanfaat untuk menurunkan, menambah dan menjaga berat badan yang sehat.
 Bila Anda kelebihan berat badan, meningkatkan aktivitas fisik akan menambah pembakaran kalori oleh tubuh. Pembakaran kalori melalui kegiatan fisik ini, dikombinasikan dengan pengurangan asupan kalori melalui diet, menciptakan “defisit kalori” yang menghasilkan penurunan berat badan.
Sebagian besar penurunan berat badan terjadi karena pengurangan asupan kalori. Namun, bukti-bukti menunjukkan bahwa satu-satunya cara untuk mempertahankan penurunan berat badan adalah dengan beraktivitas fisik secara teratur. Diet rendah kalori saja tidak cukup karena setelah Anda terbiasa dengan kalori yang lebih sedikit, tubuh Anda akan meningkatkan efisiensi penggunaan kalori. Berat tubuh Anda akan cenderung bertambah kembali ke tingkat semula meskipun asupan kalori Anda tetap (menunjukkan apa yang biasa disebut efek yo-yo).
Untuk mendapatkan dan mempertahankan berat badan yang sehat, setiap orang membutuhkan aktivitas fisik yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa panduan sederhana yang dapat diterapkan:
1. Untuk menjaga berat badan.
Bukti ilmiah yang kuat menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu Anda menjaga berat badan dari waktu ke waktu. Setiap minggu, lakukanlah aktivitas fisik aerobik 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit aktivitas aerobik dengan intensitas kuat, atau campuran keduanya yang setara. Ini hanyalah patokan umum. Jumlah pasti aktivitas fisik yang diperlukan dapat bervariasi dari orang ke orang. Anda mungkin perlu melakukan lebih atau kurang  dari rekomendasi tersebut untuk menjaga berat badan Anda.
2. Untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya.
Anda membutuhkan jumlah aktivitas fisik lebih banyak, kecuali jika Anda juga menyesuaikan diet dan mengurangi kalori yang Anda makan dan minum. Mendapatkan dan mempertahankan berat badan yang sehat membutuhkan kombinasi aktivitas fisik yang teratur dan pola makan yang sehat.

Intensitas aktivitas fisik

Intensitas adalah tingkat usaha yang dibutuhkan oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Ada beberapa cara untuk menentukan intensitas aktivitas fisik:
1. Intensitas relatif
Bila menggunakan intensitas relatif, Anda memerhatikan bagaimana aktivitas fisik memengaruhi detak jantung dan pernapasan.
Uji bicara adalah cara sederhana untuk mengukur intensitas relatif. Sebagai aturan mudah, jika Anda melakukan aktivitas berintensitas sedang maka Anda masih dapat berbicara, tetapi tidak dapat bernyanyi pada saat kegiatan tersebut. Jika Anda melakukan aktivitas berintensitas kuat, Anda tidak akan bisa mengucapkan lebih dari beberapa kata tanpa berhenti untuk menarik napas.
2. Intensitas  absolut sesuai kebutuhan energi
Intensitas absolut diukur berdasarkan jumlah energi yang digunakan oleh tubuh per menit kegiatan. Tabel di samping adalah contoh daftar aktivitas yang diklasifikasikan dalam intensitas sedang atau kuat berdasarkan jumlah kalori yang digunakan oleh tubuh saat melakukan aktivitas. Jumlah kalori dibakar tersebut adalah untuk orang dengan berat badan 70 kg. Jika berat badan Anda lebih atau kurang dari itu, maka kalori yang dibakar akan lebih sedikit atau lebih banyak.
3. Intensitas menurut denyut jantung latihan
Cara lain untuk menentukan intensitas aktivitas fisik adalah dengan mengukur denyut nadi atau detak jantung Anda selama aktivitas fisik.
Untuk aktivitas fisik berintensitas sedang, denyut jantung Anda adalah sekitar 50%- 70% dari denyut jantung maksimum. Tingkat denyut maksimum adalah berdasarkan usia Anda. Perkiraan denyut jantung maksimum yang berkaitan dengan usia dapat diperoleh dengan mengurangkan usia Anda dari 220. Misalnya, jika usia Anda adalah 35 tahun maka tingkat maksimum denyut jantung Anda adalah 220-35 tahun = 185 denyut per menit (dpm). Dengan demikian, aktivitas fisik berintensitas sedang untuk Anda adalah jika denyut jantung Anda berada pada kisaran antara 92 s.d. 129 dpm (50%-70% dari 185 dpm) ketika beraktivitas.
Untuk aktivitas fisik berintensitas kuat, target denyut jantung Anda adalah 70-85% dari denyut jantung maksimum, yaitu antara 130 dan 157 dpm. Jangan pernah melampaui denyut jantung lebih dari 85% tingkat maksimum Anda agar Anda tidak membebani jantung di luar kemampuan.

4 Penyakit Terlalu Banyak Makan Gorengan

MAKAN gorengan memang nikmat dikudap sebagai camilan di siang atau sore hari. Tapi waspadalah, ada empat penyakit yang siap mengintai Anda.
Keunggulan makanan berkategori junk food memang menawarkan rasa yang nikmat. Anda yang terlanjur menyukai sangat sulit meninggalkannya.

Tapi demi menjaga kesehatan, ada baiknya Anda mulai mengurangi kuantitas mengonsumsinya. Pasalnya, makan yang dimasak dengan minyak sangat panas seperti aneka gorengan memiliki efek yang sangat berbahaya di perut.

Umumnya setelah mengonsumsi gorengan terlampau banyak, Anda cenderung merasa sakit dan perut tidak nyaman. Hal ini karena makanan yang mengandung banyak minyak jenuh seperti gorengan memiliki banyak lemak yang dapat menambah lingkar pinggang Anda. Makanan ini menyebabkan keasaman dan berbagai masalah perut lainnya.

Berikut beberapa masalah perut yang disebabkan oleh gorengan, sebagaimana dilansir Boldsky.

- Nyeri dada

Nyeri dada atau heartburn merupakan sensasi terbakar pada dada yang sering menjadi parah pada saat mengambil posisi berbaring atau membungkuk.
Heartburn disebabkan oleh bergeraknya asam lambung ke dalam esofagus (saluran makanan yang mengalirkan makanan dari mulut ke lambung). Cara terbaik menghindari masalah tersebut dengan mengurangi asupan gorengan dan ganti dengan masakan yang dikukus atau direbus.

Gastroenteritis
Peradangan pada lapisan lambung akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak dapat memicu gastroenteritis. Pasalnya, perut terisi gas ketika Anda mengonsumsi makanan yang digoreng terlalu banyak dan Anda cenderung merasa kenyang.

Anda tidak bisa selalu mencegah masalah ini, tetapi dapat mengurangi kemungkinan dengan menghindari junk food. Gastroenteritis merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya muntah dan diare. Gejala umum lainnya pada gangguan ini meliputi gangguan pencernaan, muntah, mual, penurunan berat badan, kembung, kehilangan nafsu makan, dan bersendawa.

Tukak lambung (ulcer)
 
Tukak lambung merupakan luka yang terjadi di sekitar bagian dalam lambung atau usus yang menyebabkan rasa nyeri pada sistem pencernaan.
Penyakit ini disebabkan bakteri yang disebut Pylori. Gorengan menyebabkan keasaman dan ulkus di perut Anda. Jadi, menghindari konsumsi junk food dapat mengurangi masalah perut.

Gangguan pencernaan

Merasa tidak nyaman di perut merupakan gejala dari
adanya gangguan di pencernaan. Walaupun gangguan perut ini bukan masalah kesehatan yang sangat serius, tetapi sangat umum dialami banyak orang.
Gangguan pencernaan terjadi karena makanan berlemak yang sangat asam dan berat pada perut. Jika Anda mengunyah makanan dengan baik, maka menjadi mudah dicerna dan dapat mengurangi masalah perut Anda.

Awas, Kesepian Picu Penyakit Jantung

KESEPIAN ternyata dapat berimbas buruk bagi kesehatan. Karenanya, jangan pernah mengabaikan kesepian karena nyawa Anda taruhannya.

Menurut sebuah penelitian baru, kesepian dapat menghasilkan perubahan dalam tubuh yang meniru proses penuaan dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Apalagi seiring dengan bertambahnya usia, fungsi kardiovaskular atau jantung kita berkurang. Karenanya, ancaman serangan tersebut sangatlah rentan.

Para peneliti di Cornell University, kesepian akan mempercepat proses tersebut. Para peneliti mengatakan, “Penelitian ini menjadi pengingat bahwa kita semua menginginkan dan membutuhkan koneksi dan interaksi sosial yang berarti.”

Temuan ini berdasarkan hasil investigasi terhadap 182 pria (dibagi antara 18-30 tahun dan 65-80 tahun) yang diminta untuk berpidato dan menyelesaikan beberapa aritmatika mental di laboratorium. Tekanan darah mereka diperiksa sebelum, selama dan setelah ujian, serta dinilai tentang ikatan sosial mereka, seperti dilansir Dailymail.

Hasilnya, orang dewasa yang lebih tua memiliki tekanan darah yang lebih tinggi, reaktivitas stres kardiovaskular yang lebih besar dan waktu pemulihan kardiovaskular yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa muda.

Orang dewasa muda yang menganggap diri kesepian rentan memiliki risiko penyakit di atas, namun orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko terbesar. Waktu pemulihan dari penyakit pada orang dewasa tua yang kesepian, rata-rata sangat lama dan terlambat.

Penulis dan profesor perkembangan manusia di 'Cornell's College of Human Ecology', Anthony Ong mengatakan, “Hal yang paling mencolok yang kami temukan bahwa respons kardiovaskular orang dewasa muda yang kesepian terhadap beban dari tekanan sosial berdampak lebih daripada orang dewasa yang lebih tua. Kesepian dapat dilihat sebagai sinyal untuk memperbaiki hubungan sosial kita.

Jumat, 18 Mei 2012

Mungkin Ini Penyebab Lelah Sepanjang Waktu

APAKAH Anda sering merasa lelah sepanjang hari, yuk cari tahu kemungkinan penyebabnya.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hadirnya rasa lelah seharian. Lelah bisa diakibatkan pola makan yang buruk, terlalu sering berada dalam tekanan, merasa tertekan, atau tidak cukup tidur di malam hari.

Rasa lelah karena kurang tidur jelas tidak mengherankan. Tapi bagaimana jika Anda tetap merasa lelah walau sudah mendapatkan waktu tidur malam yang cukup?

"Anemia. Anemia adalah alasan medis yang sangat sederhana, yang sering membuat kita sangat lelah tapi juga yang paling sering diabaikan oleh banyak wanita" ujar Dr. Daemon Jones, ahli kesehatan asal Amerika Serikat.

Mengapa jumlah sel darah merah mempengaruhi tingkat energi Anda? "Salah satu fungsi utama dari sel darah merah adalah untuk membawa oksigen ke setiap sel dalam tubuh. Oksigen digunakan oleh sel-sel kita untuk menciptakan energi. Jadi jika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen Anda tidak akan bisa mendapatkan energi dari sel-sel Anda," paparnya.

Oleh karenanya, lanjut Jones, penting untuk memeriksa kondisi darah Anda setiap tahun selama.

"Ada beberapa jenis anemia yang membutuhkan dukungan nutrisi yang berbeda. Kekurangan zat besi adalah jensi anemia yang paling umum, tetapi bukan satu-satunya jenis anemia," jelas Jones.

Zat besi adalah salah satu blok pembentuk sel darah merah dalam tubuh. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi dalam diet Anda maka Anda tidak akan memiliki cukup untuk membuat sel darah merah.

"Cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan menambahkan makanan yang mengandung besi lebih banyak untuk diet Anda," katanya.

Contoh makanan yang mengandung zat besi adalah daging merah, kuning telur, sayuran hijau gelap, kismis, tiram, kalkun, kacang polong cewek, hati dan artichoke. Daging merah sebenarnya adalah bentuk termudah bagi tubuh kita untuk menyerap. Anda juga dapat mengambil suplemen zat besi