KESEPIAN ternyata dapat berimbas buruk bagi kesehatan. Karenanya, jangan pernah mengabaikan kesepian karena nyawa Anda taruhannya.
Menurut
sebuah penelitian baru, kesepian dapat menghasilkan perubahan dalam
tubuh yang meniru proses penuaan dan meningkatkan risiko penyakit
jantung. Apalagi seiring dengan bertambahnya usia, fungsi kardiovaskular
atau jantung kita berkurang. Karenanya, ancaman serangan tersebut
sangatlah rentan.
Para peneliti di Cornell University, kesepian
akan mempercepat proses tersebut. Para peneliti mengatakan, “Penelitian
ini menjadi pengingat bahwa kita semua menginginkan dan membutuhkan
koneksi dan interaksi sosial yang berarti.”
Temuan ini
berdasarkan hasil investigasi terhadap 182 pria (dibagi antara 18-30
tahun dan 65-80 tahun) yang diminta untuk berpidato dan menyelesaikan
beberapa aritmatika mental di laboratorium. Tekanan darah mereka
diperiksa sebelum, selama dan setelah ujian, serta dinilai tentang
ikatan sosial mereka, seperti dilansir Dailymail.
Hasilnya,
orang dewasa yang lebih tua memiliki tekanan darah yang lebih tinggi,
reaktivitas stres kardiovaskular yang lebih besar dan waktu pemulihan
kardiovaskular yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa muda.
Orang
dewasa muda yang menganggap diri kesepian rentan memiliki risiko
penyakit di atas, namun orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko
terbesar. Waktu pemulihan dari penyakit pada orang dewasa tua yang
kesepian, rata-rata sangat lama dan terlambat.
Penulis dan
profesor perkembangan manusia di 'Cornell's College of Human Ecology',
Anthony Ong mengatakan, “Hal yang paling mencolok yang kami temukan
bahwa respons kardiovaskular orang dewasa muda yang kesepian terhadap
beban dari tekanan sosial berdampak lebih daripada orang dewasa yang
lebih tua. Kesepian dapat dilihat sebagai sinyal untuk memperbaiki
hubungan sosial kita.
Sabtu, 19 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Mungkin Ini Penyebab Lelah Sepanjang Waktu
APAKAH Anda sering merasa lelah sepanjang hari, yuk cari tahu kemungkinan penyebabnya.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hadirnya rasa lelah seharian. Lelah bisa diakibatkan pola makan yang buruk, terlalu sering berada dalam tekanan, merasa tertekan, atau tidak cukup tidur di malam hari.
Rasa lelah karena kurang tidur jelas tidak mengherankan. Tapi bagaimana jika Anda tetap merasa lelah walau sudah mendapatkan waktu tidur malam yang cukup?
"Anemia. Anemia adalah alasan medis yang sangat sederhana, yang sering membuat kita sangat lelah tapi juga yang paling sering diabaikan oleh banyak wanita" ujar Dr. Daemon Jones, ahli kesehatan asal Amerika Serikat.
Mengapa jumlah sel darah merah mempengaruhi tingkat energi Anda? "Salah satu fungsi utama dari sel darah merah adalah untuk membawa oksigen ke setiap sel dalam tubuh. Oksigen digunakan oleh sel-sel kita untuk menciptakan energi. Jadi jika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen Anda tidak akan bisa mendapatkan energi dari sel-sel Anda," paparnya.
Oleh karenanya, lanjut Jones, penting untuk memeriksa kondisi darah Anda setiap tahun selama.
"Ada beberapa jenis anemia yang membutuhkan dukungan nutrisi yang berbeda. Kekurangan zat besi adalah jensi anemia yang paling umum, tetapi bukan satu-satunya jenis anemia," jelas Jones.
Zat besi adalah salah satu blok pembentuk sel darah merah dalam tubuh. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi dalam diet Anda maka Anda tidak akan memiliki cukup untuk membuat sel darah merah.
"Cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan menambahkan makanan yang mengandung besi lebih banyak untuk diet Anda," katanya.
Contoh makanan yang mengandung zat besi adalah daging merah, kuning telur, sayuran hijau gelap, kismis, tiram, kalkun, kacang polong cewek, hati dan artichoke. Daging merah sebenarnya adalah bentuk termudah bagi tubuh kita untuk menyerap. Anda juga dapat mengambil suplemen zat besi
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hadirnya rasa lelah seharian. Lelah bisa diakibatkan pola makan yang buruk, terlalu sering berada dalam tekanan, merasa tertekan, atau tidak cukup tidur di malam hari.
Rasa lelah karena kurang tidur jelas tidak mengherankan. Tapi bagaimana jika Anda tetap merasa lelah walau sudah mendapatkan waktu tidur malam yang cukup?
"Anemia. Anemia adalah alasan medis yang sangat sederhana, yang sering membuat kita sangat lelah tapi juga yang paling sering diabaikan oleh banyak wanita" ujar Dr. Daemon Jones, ahli kesehatan asal Amerika Serikat.
Mengapa jumlah sel darah merah mempengaruhi tingkat energi Anda? "Salah satu fungsi utama dari sel darah merah adalah untuk membawa oksigen ke setiap sel dalam tubuh. Oksigen digunakan oleh sel-sel kita untuk menciptakan energi. Jadi jika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen Anda tidak akan bisa mendapatkan energi dari sel-sel Anda," paparnya.
Oleh karenanya, lanjut Jones, penting untuk memeriksa kondisi darah Anda setiap tahun selama.
"Ada beberapa jenis anemia yang membutuhkan dukungan nutrisi yang berbeda. Kekurangan zat besi adalah jensi anemia yang paling umum, tetapi bukan satu-satunya jenis anemia," jelas Jones.
Zat besi adalah salah satu blok pembentuk sel darah merah dalam tubuh. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi dalam diet Anda maka Anda tidak akan memiliki cukup untuk membuat sel darah merah.
"Cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan menambahkan makanan yang mengandung besi lebih banyak untuk diet Anda," katanya.
Contoh makanan yang mengandung zat besi adalah daging merah, kuning telur, sayuran hijau gelap, kismis, tiram, kalkun, kacang polong cewek, hati dan artichoke. Daging merah sebenarnya adalah bentuk termudah bagi tubuh kita untuk menyerap. Anda juga dapat mengambil suplemen zat besi
Pencernaan Aman? Jangan Terlambat Makan
ANDA sering mengalami gangguan pencernaan? Apa yang menjadi penyebab utama masalah ini terjadi?
Gangguan pencernaan memang wajar terjadi bila sesekali dialami. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami masalah ini. Jika Anda merupakan salah satu yang mengalami hal tersebut, bisa jadi kekurangan enzim menjadi pemicu utama.
Menurut data yang dilansir Foxnews, penyebab utama terganggunya sistem pencernaan karena kurangnya enzim pencernaan. Penyebabnya yaitu kebiasaan makan yang buruk, seperti makanan tidak dikunyah dengan baik atau pilihan menu makanan yang kurang tepat menjelang tidur.
Ketika Anda makan, tubuh akan melepaskan sekira 22 jenis enzim pencernaan dari kelenjar saliva, lambung, dan usus kecil. Setiap salah satu enzim bekerja pada jenis makanan tertentu, misalnya, protease memecah protein, amilase membantu mencerna karbohidrat dan lipase memecah lemak dan lipid. Dengan meruntuhkan makanan ini, enzim-enzim pencernaan membantu tubuh mencerna dan menyerap nutrisi yang dibutuhkan.
Untuk menjaga pencernaan aman, Anda sebaiknya memperbaiki pola makan. Jangan sampai terlambat makan, kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta terlalu cepat menelan makanan
Gangguan pencernaan memang wajar terjadi bila sesekali dialami. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami masalah ini. Jika Anda merupakan salah satu yang mengalami hal tersebut, bisa jadi kekurangan enzim menjadi pemicu utama.
Menurut data yang dilansir Foxnews, penyebab utama terganggunya sistem pencernaan karena kurangnya enzim pencernaan. Penyebabnya yaitu kebiasaan makan yang buruk, seperti makanan tidak dikunyah dengan baik atau pilihan menu makanan yang kurang tepat menjelang tidur.
Ketika Anda makan, tubuh akan melepaskan sekira 22 jenis enzim pencernaan dari kelenjar saliva, lambung, dan usus kecil. Setiap salah satu enzim bekerja pada jenis makanan tertentu, misalnya, protease memecah protein, amilase membantu mencerna karbohidrat dan lipase memecah lemak dan lipid. Dengan meruntuhkan makanan ini, enzim-enzim pencernaan membantu tubuh mencerna dan menyerap nutrisi yang dibutuhkan.
Untuk menjaga pencernaan aman, Anda sebaiknya memperbaiki pola makan. Jangan sampai terlambat makan, kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta terlalu cepat menelan makanan
Kamis, 17 Mei 2012
Trik untuk Atasi Tangisan Bayi Setelah Divaksin
Bagi orangtua salah satu hal yang dikhawatirkan ketika akan melakukan
vaksin pada bayinya adalah tangisan yang muncul saat divaksin. Kini ada
trik mudah untuk menenangkan bayi yang nangis saat divaksin, yaitu
dengan trik 5 S.
Saat disuntik menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman bagi bayi sehingga ia akan menangis. Namun dokter dari Children's Hospital of the King's Daughters di Norfolk, Virginia menemukan cara mudah untuk membantu menenangkan bayi yang menangis tanpa menggunakan obat apa pun.
Dr John Harrington yang melakukan studi menemukan trik 5 S ini yaitu:
1. Swaddling, yaitu menyelimuti bayi dengan selimut seperti mirip burrito
2. menempatkan bayi pada posisi miring atau tengkurap
3. Membuat suara shushing
4. Mengayunkan-ayunkan bayi
5. Memberinya sesuatu yang bisa diisap seperti menyusui atau dot.
Menyusui juga membantu mengurangi nyeri dan menenangkan anak karena memberikan kontak kulit dan mengalihkan perhatian anak. Selain itu ASI mengandung gula yang dikenal memiliki efek penghilang rasa sakit.
Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics jika bayi mendapatkan 4 dari 5 trik tersebut biasanya tangisan akan berhenti dalam waktu 45 detik setelah disuntik.
"Beberapa dokter kadang menggunakan gula untuk mengatasi rasa sakit, tapi ini obat yang buruk karena tidak membantu mengatasi masalah obesitas yang saat ini tengah dihadapi," ujar Dr Harrington, seperti dikutip dari CNN,
Orangtua yang menggunakan trik 5 S ini akan memicu refleks menenangkan pada bayi. Sebenarnya teknik ini bisa membantu saat bayi mengalami kolik, maka Dr Harrington memutuskan untuk meneliti apakah cara ini bisa membantu bayi yang habis divaksin.
Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa trik 5 S ini 2 kali lebih efektif untuk menenangkan bayi dibanding dengan memberikan cairan gula yang selama ini telah menjadi standar emas.
"Bayi yang nerima larutan gula masih menangis hingga 2 menit setelah disuntik, tapi sebagian besar bayi yang mendapat intervensi secara fisik berhenti menangis setelah 45 detik sampai 1 menit," ujar Dr Harrington.
Saat disuntik menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman bagi bayi sehingga ia akan menangis. Namun dokter dari Children's Hospital of the King's Daughters di Norfolk, Virginia menemukan cara mudah untuk membantu menenangkan bayi yang menangis tanpa menggunakan obat apa pun.
Dr John Harrington yang melakukan studi menemukan trik 5 S ini yaitu:
1. Swaddling, yaitu menyelimuti bayi dengan selimut seperti mirip burrito
2. menempatkan bayi pada posisi miring atau tengkurap
3. Membuat suara shushing
4. Mengayunkan-ayunkan bayi
5. Memberinya sesuatu yang bisa diisap seperti menyusui atau dot.
Menyusui juga membantu mengurangi nyeri dan menenangkan anak karena memberikan kontak kulit dan mengalihkan perhatian anak. Selain itu ASI mengandung gula yang dikenal memiliki efek penghilang rasa sakit.
Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics jika bayi mendapatkan 4 dari 5 trik tersebut biasanya tangisan akan berhenti dalam waktu 45 detik setelah disuntik.
"Beberapa dokter kadang menggunakan gula untuk mengatasi rasa sakit, tapi ini obat yang buruk karena tidak membantu mengatasi masalah obesitas yang saat ini tengah dihadapi," ujar Dr Harrington, seperti dikutip dari CNN,
Orangtua yang menggunakan trik 5 S ini akan memicu refleks menenangkan pada bayi. Sebenarnya teknik ini bisa membantu saat bayi mengalami kolik, maka Dr Harrington memutuskan untuk meneliti apakah cara ini bisa membantu bayi yang habis divaksin.
Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa trik 5 S ini 2 kali lebih efektif untuk menenangkan bayi dibanding dengan memberikan cairan gula yang selama ini telah menjadi standar emas.
"Bayi yang nerima larutan gula masih menangis hingga 2 menit setelah disuntik, tapi sebagian besar bayi yang mendapat intervensi secara fisik berhenti menangis setelah 45 detik sampai 1 menit," ujar Dr Harrington.
Langganan:
Komentar (Atom)